ModEvo team guide masih akan terus berlanjut. Banyak masukan team yang akan dibahas dari Brothers sekalian, baik di sosial media ataupun di web kami. Kami sangat berterima kasih atas apresiasinya. Oia, kami juga menerima team guide buatan Brothers untuk ditampilkan disini. Silakan email ke kami jika berkenan, tentu ada imbalan menarik dari kami jika dimuat.

Kali ini pilihan tim yang kita bahas adalah AFC Bournemouth. Bournemouth secara tradisi memang bukanlah klub besar, selama 118 sejarah klub mereka banyak menghabiskan waktu di liga-liga kasta bawah di Inggris. Bahkan prestasi di Premier League hampir NOL, mengingat mereka sendiri baru tampil di Premier League mulai musim 2015-2016. Bournemouth baru mendapati pencapaian yang luar biasa mulai musim 2009, ketika itu mereka mulai merangkak naik dari League Two, kasta keempat di Inggris, hingga akhirnya promosi ke Premier League tahun 2015.

Prestasi Bournemouth sedikit banyak pengaruh dari racikan Eddie Howe, pelatih muda yang merupakan mantan pemain Bournemouth juga. Hampir seluruh karirnya dihabiskan di Bournemouth dari tahun 1994 hingga 2007. Howe dikenal dengan taktik permainan yang menyerang dengan tempo yang tinggi. Howe suka memaksimalkan pemain muda potensial. Gak heran di klub ini melimpah pemain muda yang menjanjikan, seperti Joshua King, Jordon Ibe, dan Benik Afobe.

Pemain Bournemouth di PES 2017 secara overall(OVR) memang gak bagus-bagus amat. Rata-rata hanya berada di angka 75an. Pemain dengan OVR paling tinggi datang dari Wilshere yang memang punya reputasi mentereng sebelumnya, sebagai pemain Arsenal, dengan nilai 83. Namun yang menjadi menarik dan sangat bisa dikedepankan adalah, banyak banget pemain dengan kecepatan serta kelincahan yang luar biasa. Tinggal bagaimana diterjemahkan ke lapangan sehingga menjadi permainan cepat dan agresif.

Bournemouth di PES 2017 benar-benar bisa jadi senjata yang mengagetkan. Ada beberapa pemain yang speednya dan agilitynya diatas 90. Walau secara umum statnya gak terlalu bagus, namun karena melimpahnya stok pemain kecepatan tinggi tentu bisa jadi senjata yang gak terduga-duga. 

Pemain Starter

Joshua King

Jebolan akademi Man United. Pemain sayap serbabisa, bisa ditempatkan di mana saja di sepertiga depan lapangan. Speed dan Agilitynya 90 dan 93. Dengan angka finishing di 75 serta kaki kanan dan kirinya yang sama-sama baik membuat dia cocok dijadikan inside forward di sisi kiri. Dia bisa menjadi sumber gol di sisi kiri lapangan.

Ryan Fraser

Pemain dengan kecepatan luar biasa di klub, Speed dan agilitynya berada di angka 90 dan 91. Bisa ditempatkan di sisi kanan maupun kiri, namun saya lebih suka menempatkannya di sisi sayap kanan (RWF) karena kakinya yang dominan kanan dan angka lofted pass nya lumayan, 74. Sehingga diharapkan bisa melepaskan umpan silang yang lumayan akurat. Memang stat lainnya gak ada yang menonjol, sehingga jangan mencoba dribel trik. Gak akan efektif.

Callum Wilson

Juru gedor utama klub, dengan angka finishing 79, dia menjadi pemain dengan finishing terbaik di klub bareng dengan Afobe yang punya angka yang sama. Namun dalam pemilihannya saya lebih memilih Wilson karena dia memiliki attacking prowess yang baik, 82. Sehingga memastikan pergerakan si Wilson ini akan lebih baik dalam menyerang dan mencari posisi kosong.

Jack Wilshere

Pemain dengan rataan stat terbaik di klub. Jenderal lini tengah Bournemouth dengan skill menyerangnya yang diatas rata-rata. Passing dan pergerakannya di tengah menjadi tumpuan, dalam kondisi terbaik dia merupakan playmaker hebat yang bisa membagi bola ke depan dengan baik. Dengan tekniknya yang memadai, dia bisa memberi bola ke depan dengan beragam cara, seperti weighted pass dan early cross.

Charlie Daniels

Bek kiri lincah dan kebut yang dimiliki klub. Bertipe offensive fullback, yang saya selalu sukai. Lofted passnya oke, ada di angka 75. Skillnya mendukung seperti early cross dan long throw, yang sangat bermanfaat untuk mempercepat distribusi bola dari belakang ke depan. Pastikan dia bermain di sisi kiri lapangan.

Steve Cook

Bek tengah terbaik yang tersedia. Defensive prowess dan pyhsicalnya berada di atas rata-rata. Baiknya, dia punya ball control dan low pass yang lumayan, sehingga dia bisa membagi bola dengan baik ke rekannya yang berada di sisi sayap atau tengah.

Artur Boruc

Kiper internasional yang pengalamannya banyak dan jadi andalan di timnasnya. Menjadi salah satu kekuatan pertahanan klub, ketiadaan pemain bertahan yang baik menjadikan Boruc andalan di bawah mistar. Asyiknya, dia punya skill GK long throw, ini sangat membantu ketika tim mendapat serangan balik.

Supersub

Bournemouth memiliki stok lini serang yang stat dan karakteristiknya sama. Tercatat ada Junior Stanislas, Benik Afobe, Jordon Ibe dan Max Gradel. Semuanya memiliki keunggulan dalam kecepatan dan kelincahan. Ke empat nama tersebut bisa menggantikan lini depan dengan baik dan kualitasnya cukup setara.

Formasi dan Taktik

Bournmeouth mengandalkan pola lawas asal Inggris yang dikenal dengan nama Kick’n Rush. Kick’n Rush secara tradisional memang popular di Inggris. Umumnya strategi ini digunakan dengan formasi 4-4-2, namun pada Bournemouth saya mencoba menerapkannya pada formasi 4-3-3. Tujuannya memaksimalkan sayap serang yang bisa dijadikan Inside forward. Seperti gambar di bawah ini.

Pro Evolution Soccer 2017_20170416225219

Posisi tiga pemain terdepan semuanya memiliki kecepatan di atas rata-rata, dengan angka diatas 85. Permainan diusahakan sangat direct dan mengandalkan keunggulan kecepatan pemain. Pemain Bournemouth kurang baik dalam hal ball possession dan teknik, sehingga permainan saya usahakan sederhana dan cepat.

Siapapun pemain yang terpilih untuk mengisi depan sejatinya gak jauh beda, klub punya banyak stok pemain bertipe prolific winger dengan kecepatan tinggi. Namun saya lebih menyukai Fraser di kanan karena kecepatannya paling tinggi dan dia bisa melakukan umpan silang dengan lumayan. DI kiri pilihan jatuh ke Joshua King karena dia bisa menjelma jadi inside forward dari sayap kiri, karena kaki dominannya kanan dan nilai finishingnya salah satu yang paling baik. Untuk penyerang utama bisa rotasi antara Wilson dan Afobe.

Permainan lebih banyak memanfaatkan lebar lapangan, sehingga sebisa mungkin pemain sayap terluar selalu berada di celah kosong itu untuk memanfaatkan bola daerah yang ditujukan ke ruang kosong tersebut. Harapannya bola bisa dikejar oleh pemain yang kecepatannya tinggi.

Tiga pemain di tengah menjadi penjaga kedalaman dan menjadi pertahanan pertama. Wilshere yang bertipe box to box sangat berperan ketika menyerang dan bertahan. Sedangkan 2 gelandang lain lebih banyak fokus membantu kedalaman permainan.

Untuk pertahanan, karena pemain Bournemouth gak istimewa bertahannya jadi tidak banyak ubahan dalam taktiknya, pola empat pemain bertahan sejajar menjadi pilihan, dengan 2 holding midfield di depannya.

Strategi

Attack

Attacking Style: Counter Attack

Permainan dengan kecepatan tinggi akan selalu cocok diterapkan pada strategi counter attack. Counter attack memastikan pemain depan segera bergerak ke depan ketika klub mendapatkan bola dari lawan. Strategi ini jelas untuk mengakomodir kecepatan lari dari pemain depan Bournemouth. Ketika pemain bertahan mendapatkan bola, dia bisa langsung mengumpan jauh ke depan untuk dikejar. Baiknya lagi, kiper Boruc memiliki Long GK throw, sehingga ketika bola berhasil ditangkap dia bisa langsung melempar ke tengah.

Build Up: Long Ball

Pemain Bournemouth dalam urusan passing dan menerima bola gak terlalu istimewa. Pemain depannya pun demikian, sehingga bermain passing dari kaki ke kaki malah justru menghambat kecepatan Bournemouth. Sehingga permainan disederhanakan dengan lebih banyak mengandalkan bola lambung dari belakang langsung ke depan. Beruntung beberapa pemain seperti Wilshere mampu mengirim bola lambung dengan baik.

Dan wajib diingat, pemain depan Bournemouth bukan pemain yang memiliki dribble sempurna layaknya Neymar atau Bale. Sehingga ketika membawa bola sambil berlari, sangat disarankan hanya untuk maju, gak bisa diminta untuk menggocek sana-sini dan mengeluarkan trik. Gak bisa brooo..

Attacking Zone: Wide

Strategi memanfaatkan lebar lapangan akan terakomodir dengan baik dengan memasang strategi wide. Pemain akan lebih banyak beroperasi dan siap di sisi terluar lapangan. Pemain kunci dalam serangan Bournemouth adalah pemain LWF dan RWF, selalu cek keberadaan mereka melalui radar. Ketika dia berada dalam posisi bebas, segera maksimalkan kondisi  tersebut untuk dikonversi menjadi peluang.

Positioning: Maintain Formation

Permainan yang mengandalkan kecepatan serangan balik namun gak didukung pemain yang bagus pergerakannya lebih baik menggunakan formasi yang tetap. Ini juga untuk memastikan pemain stand by di posisinya dan siap mengambil bola jauh dari belakang.

Support Range: 7 Bar

Karena gak main dengan bola pendek maka pemain gak perlu mendekat ketika rekannya ada yang memegang bola, Sehingga jarak antar pemain di lapangan cukup lebar. Baiknya, bentuk formasi tim jadi tetap ketika menyerang, resikonya bola akan mudah terintersep jika gak akurat.

Advanced Instruction

Hug the sidelines

Permainan yang memanfaatkan lebar lapangan jelas harus menggunakan advanced instruction ini. Tujuannya jelas, agar pemain sayap tetap berada di area terluar dan selalu siap. Bagusnya, pemain tengah (CMF) gak akan ikut melebar. Sehingga yang berada disisi luar lapangan tetap RB/LB dan RWF/LWF.

Defend Style: All out Defense

Agar pemain gak terkuras energinya karena harus semua turun ketika tim sedang diserang maka digunakan strategi all out defense. Strategi ini menjadikan mulai menerapkan pertahanan sejak lini depan. Strategi ini juga mempertahankan posisi pemain depan agar gak terlalu turun ke dalam, sehingga ketika melakukan serangan balik gak banyak jeda.

Containment Area: Middle

Meskipun permainan menyerang melebar, namun ketika bertahan pemain akan fokus menutup celah di tengah. Area tengah tim terdapat 5 pemain yang menjaga, sehingga akan lebih masuk akal jika menggiring lawan ke tengah untuk kemudian direbut di area ini. Seperti contoh dibawah ini, pemain lawan yang mendapat bola di area sendiri, sudah ditekan oleh pemain depan. Tujuannya agar lawan gak leluasa membangun serangan, syukur-syukur kalau bisa langsung kerebut dan memulai serangan balik.

Pressure: Conservative

Permainan cepat dan serangan balik sangat menguras tenaga apalagi jika mengandalkan kecepatan. Ketika bertahan pun kita menerapkan all out defense yang artinya pemain terdepan pun diminta melakukan defense, maka dengan menerapkan pressure yang gak terlalu menekan(konservatif) akan lebih menghemat tenaga untuk dipakai ketika menyerang.

Defensive Line: 5 Bar

Gak terlalu tinggi atau rendah, sedang saja.

Compactness: 6 Bar

Jarak antar pemain ketika bertahan juga berada di tengah-tengah, gak terlalu rapat pun juga gak terlalu longgar. Lebih cocok digunakan dengan spek pemain Bournemouth

Cari team guide klub lain Bro? Cek daftar ModEvo Team Guide kami!

Hasil & Kesimpulan

Bournemouth adalah klun yang sepanjang saya membuat team guide adalah tim yang termudah untuk menentukan komposisi pun strateginya. Keunggulan tim ini jelas pada kecepatannya, sehingga tinggal menemukan formasi dan pemain yang tepat. Hasilnya bisa membuat Bournemouth menjelma jadi tim yang agresif dan cukup menakutkan.

Poin yang harus diperhatikan dalam menggunakan Bournemouth adalah, serangan bisa diciptakan dengan banyak, namun tingkat konversi golnya boleh dibilang rendah. Hal ini disebabkan karena penyelesaian akhir pemain depannya harus jujur, kurang mumpuni. Sehingga untuk menggaransi kemenangan harus benar-benar banyak peluang yang diciptakan.

Salah satu kemenangan yang menjadi catatan, melawan Barcelona biasanya selalu menyulitkan terlebih di level Superstar, namun Bournemouth beberapa kali bisa mengimbangi bahkan mengalahkan Barca dengan skor cukup mencolok. 3-1 misalnya. Seperti di bawah ini.

Bournemouth karena tim yang agresif dan cepat dalam menyerang maka sector pertahanan menjadi bagian paling rawan dan mudah dibobol. Dari beberapa kali uji, saya mendapati hampir gak pernah clean sheet dan selalu kebobolan. Namun memaksakan meningkatkan defense justru menjadikan penyerangan Bournemouth malah melempem dan gak bisa menghasilkan apa-apa. Sehingga filosofi, “gapapa kebobolan yang penting bisa ngebobolin lebih banyak” wajib dikedepankan.

Akhir kata, bagi Brothers yang menyukai permainan cepat dan pemain yang larinya kebut maka bisa dipastikan akan menikmati Bournemouth. Sampai jumpa di Team guide berikutnya. Cherries.

 

 

PES 2017 Team Guide Series: AFC Bournemouth

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Select your currency
IDR Indonesian rupiah