ModEvo team guide balik lagi Bro. Kini hadir untuk PES 2018, ModEvo team guide cukup lama absen karena kami sendiri berusaha terbiasa dulu main dan memahami perubahan gameplay di PES 2018. Percuma dong bikin panduan tapi kalau sendirinya kalahan. Hehe.

Kali ini klub yang kami bahas berasal dari London, kota puluhan klub sepakbola. West Ham United menjadi klub asal London yang kami bahas.

Klub yang bermarkas di Stratford ini sejatinya bukan klub besar di Inggris. Namun belakangan, setelah dipegang oleh Slaven Bilic, West Ham menorehkan prestasi yang lumayan di liga domestic dan selalu dianggap sebagai salah satu kuda hitam.  Slaven Bilic memang bisa dikatakan cukup sukses menangani West Ham. Musim pertamanya sebagai manajer mampu membawa west ham finis di urutan 7 liga.

Memaksimalkan pemain yang gak terlalu mewah, Bilic bisa membawa West Ham memecahkan beragam rekor klub di era premier League, salah satunya, torehan poin terbanyak dalam satu musim (62 poin), gol terbanyak semusim (65 gol), dan jumlah kekalahan tersedikit dalam satu musim (8 kali).

Beberapa pemain yang dibawa oleh Bilic, seperti Ayew, Arnautovic, dan Lanzini memang terbukti bisa membantu West Ham cukup disegani, bahkan di musim 17/18. Bilic terkenal  bdengan persiapan yang matang dan banyak membaca strategi calon lawannya,dan termasuk ke dalam pelatih yang well prepared.

PES 2018 sendiri menggambarkan pemain-pemain West Ham dengan nilai yang cukup memuaskan, raihan total 4 bintang menjadikan West Ham klub papan tengah yang enak untuk dimainkan di PES 2018. Memang gak ada yang sampai istimewa banget, namun pemain seperti Chicarito jelas sangat membantu ketika main dalam urusan mencetak gol.

Ciri khas pemain West Ham jika ditilik dari kedalam pemainnya, West Ham memiliki CB yang bagus-bagus (dalam kelasnya) dan kuat secara fisik. Selain itu West Ham diperkuat oleh J. Hart, jelas ini memberikan rasa aman di depan gawang. Pemain West Ham juga secara umum memiliki fisik yang kuat, lebih dari setengah pemain di klub memiliki stats physic diatas 82. Itu bicara pemain bertahan, di sisi penyerangan West Ham memiliki Chicarito yang mematikan dan cukup memiliki kecepatan secara umum.

Masih bingung sama manfaat stats di PES? Coba baca panduan ini dulu.

Pemain Starter

Javier Hernandez

Poacher hebat dan dingin, namun sayang sering dianggap hanya sebagai supersub. Lama terkenal sebagai supersub di Man United dan Real Madrid menjadikan Chicarito dipandang bukan pemain bintang.  Padahal kemampuan finishingnya mumpuni dan bisa diandalkan. Raihan gol nya baik di level klub dan negara sangat baik rasionya. Sempat mendapatkan OVR 87 ketika masih di Man United namun kini hanya dihargai 79 di PES 2018. Namun bukan berarti Chicartio gak bisa diandalkan, justru finishingnya paling tinggi West Ham dengan nilai 83 poin. Selain itu dia juga jago menyundul denga stats jum 84 dan heading 83. Tambahan lagi, kecepatannya masih lumayan dengan speed di level 80. Pemain kunci yang paling bisa diandalkan di tim.

Manuel Lanzini

Pemain lubang dengan olah bola paling baik di klub. Lanzini dalam statsnya juga disematkan kecepatan dan kelincahan yang cukup untuk menghindari sergapan lawan. Sehingga urusan dribel dan membawa bola bisa diserahkan ke dirinya. Kemampuan passing pendek maupun jauhnya cukup baik, walau gak istimewa, namun masih cukuplah untuk mengirim bola ke Chicarito. Kalau Bro bisa main feint, Lanzini punya tabungan gerakan feint yang cukup banyak.

Marko Arnautovic

Tinggi yang menjulang gak menjadikan Arnautovic yang lambat dan hanya bisa main bola-bola atas. Justru dia ahli dalam dribel dan olah bola, dengan nilai 84 poin masing-masing. Fisik yang mumpuni membuat dia juga jago menahan bola karena physical contact yang baik. Baiknya lagi, Arnautovic masih dianugerahi kecepatan, speed dan explosive power yang berada di angka 80 membuat Arnautovic masih bisa “belok” ketika bawa bola. Cakap juga dalam membagi bola, gak heran dalam sistem yang saya gunakan di team guide kali ini dia pegang peranan penting. Kelebihan lain, dia bisa banyak main di berbagai posisi di depan. Mulai dari gelandang sayap hingga striker murni.

Mark Noble

Pemimpin lapangan tengah West Ham. Sepintas Noble ini statsnya biasa aja dan gak istimewa, namun nyatanya dia adalah pemain dengan kemampuan passing terbaik di klub. Baik itu umpan pendek maupun jauh. Dia juga pemain yang punya kemampuan defend yang bagus sehingga bisa menjaga keseimbangan serangan dan bertahan di tengah lapangan.

Winston Reid

Bek tangguh yang bisa diandalkan untuk menjaga pertahanan West Ham. Stats Defensnya paling baik diantara banyaknya bek tengah tangguh di West Ham. Heading, ball winning dan physicalnya semua berada diatas 86. Tingginya yang menjulang juga menjadi kelebihan tersendiri dalam duel udara.

Pablo Zabaleta

Fullback offensive yang mulai uzur, tapi jangan salah, tenaganya masih bisa dan sangat membantu dalam menyerang dari sisi sayap. Dibekali kemampuan defending yang memadai, Zabaleta jago juga dalam mengirimkan umpan lambung dengan stats lofted pass di angka 75.

Joe Hart

Kiper yang disia-siakan oleh Pep Guardiola ini masih layak banget diandalkan di PES. OVR nya memang gak lagi jumawa, hanya 81. Namun stats goalkeepernya secara umum masih baik dan terbukti banyak penyelamatan kala darurat yang dilakukan olehnya. Stat terbaiknya ada pada halauan yang jauh, karena stats coverage nya yang mencapai angka 90. Kaya double save Hart dibawah ini.

Supersub

Andre Ayew

Pemain asal Ghana ini bukan pemain utama dalam sistem yang saya gunakan di team guide kali ini. Tipikalnya sebagai pemain sayap kurang cocok dengan kebutuhan taktik. Namun itu gak lantas membuat Ayew jadi gak kepake. Statnya bisa dimanfaatkan jika buntu menggunakan Arnautovic, Ayew menawarkan permainan yang lebih melebar dan feint yang lebih banyak.

Note: Team Guide ini dibuat menggunakan ModEvo18 v1. Belum punya? Order sekarang Bro

Formasi & Taktik

Kali ini formasi yang digunakan memasang 3 bek tengah. Formasi yang digunakan memang bisa dibilang gak populer. Pemilihan 3 bek tengah digunakan untuk memaksimalkan banyaknya stok bek tengah yang bagus, selain itu adanya support dari offensive fullback yang memadai membuat formasi 5-2-3 layak untuk dicoba.

Penggunaan 5 bek gak menjadikan permainan menjadi defensive, karena 2 bek sayap memiliki trait offensive fullback sehingga akan sering membantu penyerangan juga.

Dua pemain tengah yang dipasang, Noble dan Kouyate, merupakan dua pemain bertipikal sapu bersih, alias jago merebut bola. Selain itu staminanya yang berada di atas rata-rata menjadikan lini tengah fokus untuk menghalau bola, selain berusaha mengirimkan bola ke 3 pemain depan yang memang diset untuk gak terlalu turun ketika tim diserang. Khusus untuk Noble, dia punya skill passing yang bagus, sehingga bisa dipake untuk mengirimkan bola jauh langsung ke CF atau terobosan ke fullback yang naik.

Tiga pemain terdepan dipasang satu CF dengan didukung oleh 2 SS dibelakangnya. CF didapuk Chicarito, jelas karena dia merupakan striker bertipikal Poacher dan emang yang terbaik di klub. Chicarito enak diajak main bola bawah maupun atas, bola bawah dia bisa ngejer karena punya kecepatan yang cukup. Bola atas model early cross atau silang dari samping juga masih bisa didapat. Ini juga yang menjadi aliran bola ke depan bisa banyak opsi.

Dua SS yang dipasang biasanya adalah duet Lanzini dan Arnautovic, dua pemain ini dipasang karena memiliki kemampuan menahan bola dan membagi bola yang baik. Namun memang, kalau lawannya di Legend atau superstar kita gak bisa maksain mereka nerobos.

Strategi

Attack

Attacking Style: Possesion

PES 2018 menuntut kontrol bola yang presisi untuk bisa menguasai bola, West Ham secara umum, terutama pemain depannya, memiliki ball control yang lumayan. Sehingga masih cocok jika diajak main possesion. Sejatinya sistem ini menekankan serangan balik mematikan, namun memasang strategi counter malah cenderung membuat transisi dari bertahan dan menyerang terlalu cepat, yang membuat pemain gak siap ketika menerima bola.

Tipsnya adalah, jangan memaksa pemain menahan bola terlalu lama karena cenderung mudah untuk direbut. Segera alirkan bola sebisa mungkin ke sisi atau ke depan.

Build Up: Long Ball

Sulitnya membongkar pertahanan lawan jika mengandalkan bola pendek karena terbatasnya jumlah pemain di lini tengah menjadikan permainan bola panjang bisa membantu. Salah satu andalan ketika menyerang adalah memanfaatkan early cross langsung ke depan untuk kemudian dikejar Chicarito atau Lanzini. Hal ini bisa banyak dimanfaatkan ketika mendapat bola ketika habis dipress oleh lawan. Menggunakan taktik counter target memaksa 3 pemain depan tetap bertahan di depan ketika diserang, sehingga ketika kita buang bola jauh ke depan, pasti ada yang menyambut.
Licinnya Chicarito menjadi keunggulan tersendiri.

Attacking Zone: Middle

Banyaknya pemain yang berada di sisi tengah (praktis, hanya 2 pemain terluar, yaitu full back) menjadikan opsi serangan akan dihadirkan dari sisi tengah lapangan. Mengatur attacking zone ke tengah memastika pemain akan banyak mencari ruang di tengah lapangan, alih-alih bermain melebar.

Positioning: Maintain Formation

Disiplin adalah kunci ketika memainkan jumlah orang yang gak banyak di lini depan, sehingga pergerakan pemain sebisa mungkin tetap berada pada perannya masing-masing. Bermain terlalu fleksibel akan berdampak pada shape pemain ketika bertahan.

Support Range: 5 Bar

Pergerakan dibuat dalam kondisi yang seimbang, jangan terlalu dekat namun jangan terlalu melebar juga.

Advanced Instruction

Attacking Fullback

Penggunaan 2 pemain terluar yang berfungsi sebagai suplai bola dari sisi sayap. Ketiadaan pemain sayap membuat fullback berperan ganda. Rajin turun, pun aktif membantu serangan. Namun keberadaan 3 offensive fullback yang bagus dalam stamina, umpan silang, dan bertahan dimiliki oleh West Ham. Sehingga bisa diroll ketika ada yang habis stamina atau turun. Seperti gol dibawah ini, dimana Cresswell naik tinggi untuk memberikan umpan silang untuk Chicarito.

Defend

Defend Style: Frontline Pressure

Instruksi ini digunakan agar pemain, pertama, Tetap pada posisinya ketika bertahan dan gak turun terlalu jauh dari posisinya, terutama 3 pemain terdepan. Kedua, kinerja pemain bersifat Destroyer dan Anchor sudah berfungsi dari tengah lapangan. Filtering 2 pemain tengah ini akan efektif jika menggunakan frontline pressure. Jika dipaksakan main all out attack, maka pemain akan terpaksa banyak naik turun sehingga akan cepat habis stamina, dan mentok ketika akan membangun serangan karena ketiadaan pemain di posnya.

Containment Area: Middle

Banyaknya pemain yang menumpuk di tengah adalah alasan logis untuk menggiring pemain lawan untuk bermain ke tengah. Sehingga disergap di tengah, alih-alih membiarkan mereka main di sisi lapangan yang memang kurang orang. Jikapun musuh akhirnya banyak melakukan Serangan dari sayaap, kotak penalti dicover dengan 3 bek yang tangguh bola atas, macam Ogbonna, Reid, dan Fonte.

Pressure: Conservative

Menekan musuh sejak dari daerah penyerangan lawan membuat pemain gak terkuras staminanya bolak-balik, namun gak berarti harus agresif mengejar juga. Pengesetan agresif membuat pemain jadi banyak menekan langsung dengan 2 pemain, ini akan membuat SS akan banyak ikut turun menekan jika menggunakan pendekatan pressure agresif.

Tips bertahan, sabar dalam menekan tombol standing tackle (X) ketika bertahan seperti dibawah ini.

Defensive Line : 5 Bar

Garis bertahan dengan menumpuk banyak CB memang sebaiknya jangan terlalu tinggi agar gak banyak area kosong di belakang, pun kalau terlalu dalam akan sulit transisi ketika menyerang.

Compactness: 5 Bar

Sama halnya dengan tinggi garis pertahanan, terlalu kompak atau terlalu rapat membuat malah gak efektif karena menggunakan 3 CB.

Advanced Instruction:

Counter Target

Salah satu ide untuk menggunakan taktik ini adalah memanfaatkan kemampuan Chicarito dalam hal finishing yang mematikan. Counter target akan membebaskan Chicarito dari keharusan melakukan defense. Chicarito akan tetap berada di area lawan dan siap menerima bola jauh dari bawah. Finishingnya yang mematikan menjadi sumber gol utama tim ini.

Masih belum nyoba PES 2018? Gimana kalau baca juga reviewnya dari kami.

Hasil & Kesimpulan

Ada sensasi tersendiri menggunakan West Ham atau tim yang lebih lemah di PES secara umum. Sulitnya mencari taktik dan gaya bermain yang tepat di PES 2018 ini menjadi tantangan tambahan ketika bermain, ditambah jika mencoba level Legend yang, jelas membuat lebih menantang atau frustasi lebih tepatnya.

Chicariuto menjadi kunci dalam seluruh sistem taktik yang saya tawarkan diatas, jika bisa memanfaatkan kemampuan finishingnya maka gak butuh banyak peluang untuk dikonversi menjadi gol. Cukup 2-3 peluang untuk bisa menang.

Pertahanan menggunakan 3 bek juga gak menjanjikan keamanan 100%, namun setidaknya ketika tim dipress habis oleh lawan jarang ditemui lini belakang benar-benar kosong. Jikapun ada gol bersarang biasanya memang sudah sangat sulit untuk dikover. Kredit tambahan juga disematkan kepada Hart, kemampuannya masih sangat membantu dalam memastikan gawang tetap aman.

Dari hasil yang diperoleh boleh dibilang baik dalam meladeni klub-klub yang notabene lebih kuat. Bahkan ada beberapa yang skornya cukup mencolok. Satu hal, masih sangat sulit menjaga keperawanan gawang jika bermain di level Legend. Jika Bro stays di level Superstar, atau melawan teman sistem di atas ini bisa banget dipake dan dicoba.

PES 2018 gameplay meningkat ketimbang PES 2017, makin banyak strategi yang bisa diulik. Stay Tune bareng kami. Hammers.

 

Note: Team Guide di tes menggunakan AI Superstar/Legend dengan waktu 9 Menit.

Cari team guide klub lain? Cek dimari Bro

PES 2018 Team Guide Series: West Ham United

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *