Team guide kali ini membawa kita ke semenanjung Iberia, Spanyol, Valencia lebih tepatnya. Valencia dikenal sebagai salah satu klub besar di Spanyol. Predikat tersebut bukannya tanpa alasan, 6 gelar juara liga, 7 gelar copa del rey dan beberapa prestasi tingkat Eropa sudah menjadi  penghias di lemari trofi Valencia. Meski dalam perjalanannya memiliki masa naik turun tetep aja setiap musim Valencia selalu dijadikan kuda hitam yang dianggap bisa mengganggu duopoli Barcelona dan Real Madrid di La Liga. Valencia sendiri di Spanyol memiliki basis pendukung nomer tiga terbanyak setelah Real Madrid dan Barcelona.

Valencia juga dikenal punya akademi yang gak kalah hebat dengan La Masianya Barcelona, salah satu produk akademinya antara lain Albiol, Mendieta, David Silva, Isco adalah beberapa nama mentereng yang lahir dari akademi Valencia. Bagi Bro yang mengikuti sepakbola dari awal 2000an tentu masih inget pencapaian luar biasa Valencia yang pada saat itu dua musim berturut-turut menjadi finalis Liga Champions, meski keduanya berakhir pada kekalahan di dua final tersebut. Pasti masih teringat kiper berambut putih Canizares kalau inget momen itu. Selain itu 2 gelar juara La Liga juga disabet di awal 2000an.

Tahun-tahun belakangan Valencia mungkin gak segemerlap prestasi mereka di awal 2000an, pencapaian terbaik mereka di liga mentok di peringkat 3 dalam beberapa kali kesempatan dalam 1 dekade terakhir, diperkuat pemain-pemain macam Villa, Baraja, Albelda, Joaquin, dan Silva masih belum bisa memecah kebuntuan duopoli. 2 musim terakhir di La Liga malah jeblok di urutan 12.

Namun di musim 2017/2018 prestasi Valencia memperlihatkan tren membaik, prestasinya hingga memasukii pertengahan musim bisa dibilang cukup bicara banyak di liga. Bertengger di papan atas klasemen dan hanya kalah dari Barcelona dalam hal produktivitas gol. Valencia memiliki pemain yang produktif mencetak gol di musim ini dan gak hanya bersumber dari 1  pemain. Ada beberapa nama yang menemukan ketajamannya di musim ini seperti Zaza dan Rodrigo.

Bicara Valencia di PES 2018 maka kita akan menemui pemain depan yang dianggap melempem di PES. Gak ada pemain yang memiliki finishing di atas 80, ini jelas gak menggambarkan kondisi asli dimana pemain-pemain macam Zaza dan Rodrigo lagi top form. Hal ini emang bisa dimaklumi mengingat pemain ini beberapa musim terakhir emang seret gol di dunia aslinya, gak heran di PES 2018 masing-masing hanya dihargai di angka 70an finishingnya.

Tantangannya adalah gimana caranya membawa tim yang tumpul di depan tapi tetap bisa dijadikan andalan di PES 2018 ini. Kabar baiknya, Valencia dijejali banyak pemain tengah yang berkualitas dan bisa juga mencetak gol. Nama-nama Dani Parejo, Kondogbia, Orellana, dan rising star Goncalo Guedes bisa bahu membahu menjadi goal getter.

Masih bingung sama manfaat stats di PES? Coba baca panduan ini dulu.

Pemain Starter

Simone Zaza

Kerap dianggap angin-anginan musim ini Zaza menemukan kembali ketajamannya. Sayangnya PES karena berbasis 2 musim belakangan, kita masih menemukan statsnya dia yang gak begitu menggembirakan.  Finishingnya mentok di angka 79, okelah tendangannya keras memang, 85 shot powernya, namun finishingnya yang pas-pasan membuat Zaza agak sulit membobol one on one dalam kondisi CPU ada pada level Superstar. Tapi dengan kekurangan ini Zaza adalah goal getter terbaik di klub, jadi mau gak mau harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Kelebihannya dia cukup punya amunisi memadai di stats bola atas, header dan aerial duelnya masih jauh lebih baik. Masih bisa diandalkan untuk mencetak gol via bola atas. Tips: Mencetak gol via tendangan lebih sulit apalagi jika lawan Superstar, coba tendangan first time jika menggunakan Zaza. Lebih mudah golnya ketimbang one on one.

Dani Parejo

Parejo adalah tipikal pemain versatile yang bisa dipasang di mana aja. Namun pada strategi kami kali ini dia dijadikan Playmaker bertipe deep lying playmaker. Dasarnya adalah dia pemain dengan kemampuan passing terbaik di tim tapi fisik dan dribelnya kurang kuat, namun ball controlnya tinggi sehingga dia lebih cocok memainkan tempo di lini tengah. Selain itu, Parejo menawarkan peran lain di lini tengah. Parejo gak hanya sekadar menjadi pemberi umpan, dia menawarkan kontribusi defensive dengan porsi cukup besar. Parejo biasanya memiliki rataan intersep yang lumayan di setiap laganya.

Rodrigo

Unggul di kecepatan dan dribel, Rodrigo memberikan opsi sebagai second striker yang bisa membawa bola dari belakang dan membuka celah pertahanan musuh. Kurang dalam finishing menjadikan dia akan lebih banyak sebagai umpan bek musuh agar rekan-rekannya bisa mendapat ruang di depan. Pada strategi kami kali ini Rodrigo dipasang sebagai SS yang akan banyak sekali turun hingga tengah lapangan mencari bola dan melakukan dribel vertical ke depan, dia dibekali stamina yang tinggi hingga peran tersebut bisa dikerjakan maksimal dalam 2 babak.

Jose Gaya

Full back yang meskipun gak beratribut Offensive Full Back namun kinerjanya sangat miirp dengan offensive full back. Attacking prowessnya lebih besar dari defensive prowessnya memberikan gaya bermain yang lebih menyerang. Punya kecepatan dan kelincahan yang tinggi, 87 dan 88 serta stamina yang mumpuni, 86, memastikan dia bisa melakukan sprint bolak-balik ketika menyerang pun ketika bertahan dan harus kembali ke areanya. Lofted pass nya memang pas-pasan, 73, hal ini dia tutupi dengan pergerakan yang bagus dan pandai mencari posisi.

Note: Team Guide ini dibuat menggunakan ModEvo18. Belum punya? Order sekarang Bro

Formasi dan Taktik

Valencia mengusung model taktik fluid dengan basis formasi 4-4-2 narrow. Formasi ini diusung agar pemain tengah bisa dimaksimalkan kemampuan ball control dan passing pendeknya. Untuk urusan penyerangan dikarenakan minimnya penyerang dengan kemampuan finishing yang dingin, maka saya coba menggunakan sistem false nine untuk memberikan kesempatan pada siapapun di lini penyerangan untuk mencetak gol.

Taktik yang digunakan secara umum adalah permainan passing pendek cepat dengan perubahan posisi pemain yang fleksibel. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan siapapun kesempatan mencetak gol bagi yang memiliki ruang tembak, karena dari keempat pemain depan yang bertugas (CF, SS, AMF, AMF) semuanya memiliki rataan finishing yang sama. Sehingga gak ada pemain yang secara khusus bertugas mencetak gol.

Minimnya penyerang handal membuat Valencia kesulitan mencetak gol dari tendangan atau one on one. Solusinya adalah memaksimalkan peluang dari crossing, atau malah tendangan keras dari luar kotak untuk memaksa bola rebound. Sejatinya ini gak terlalu masalah jika main di bawah level Superstar, namun di Level Superstar kiper musuh sangat sult untuk dibobol dan gak jarang bikin frustrasi, maka perlu peluang yang benar-benar ketika kiper sudah mati langkah harus diciptakan.

Pemain ditengah bermain rapat untuk penugasan serangan dari sisi sayap 2 full back diberikan mandat untuk menjadi offensive full back. Pemain yang cocok untuk penugasan ini adalah Gaya. Serangan bantuan dari offensive full back ini sering menjadi pemecah kebuntuan mencetak gol, gol malah biasanya hadir dari crossing  untuk kemudian menciptakan peluang heading atau kemelut depan gawang.

Untuk urusan bertahan, pemain Valencia menggunakan sistem double six alias dua pemain tengah bertahan, Kondogbia sebagai DMF murni sedangkan Parejo sebagai Deep Lying Playmaker. Tugasnya menutup lubang yang ditinggalkan Gaya dan Montoya yang kerap kali naik. Untuk duo CB, Garay dan Gabriel bukan merupakan bek yang istimewa, ya statsnya biasa aja di PES maka perlu coverage yang cukup dari pemain tengah. Ini juga akhirnya memunculkan ide untuk bermain rapat dari setiap lini dengan garis bertahan yang tinggi.

Strategi

Attack

Attacking Style: Possesion Game

Permainan bola dari kaki ke kaki mengandalkan umpan pendek adalah fondasi dari taktik kali ini. Namun begitu, meski permainan gak mengandalkan serangan balik bukan berarti jadi anti melakukan serangan balik cepat, dalam kondisi tim banyak ditekan dan minim sekali memegang bola(misal lawan Barca) maka melakukan serangan balik cepat gak haram dilakukan. Meski secara konsep, permainan passing pendek cepat mengandalkan pergerakan pemain acak untuk membuka celah adalah yang utama. Orellana, Parejo, Kondogbia dan Guedes memiliki rataan passing dan ball control yang lumayan, sehingga cocok diajak bermain bola pendek cepat dengan kombinasi umpan satu dua.

Build Up: Short-pass

Jenis passing yang banyak dilakukan dalam taktik kali ini adalah umpan pendek, jarang sekali menggunakan umpan jauh ke depan. Bukannya apa-apa, jarak antara pemain belakang dan depan yang sangat rapat akan membuat umpan jauh menjadi sia-sia. Kombinasi lain dari umpan pendek dalam taktik ini terbatas pada umpan silang, biasanya Gaya memberikan umpan silang dalam beberapa kali kesempatan.

Attacking Zone: Centre

Taktik kali ini secara konsep adalah berusaha membongkar dan membuka ruang dari sisi tengah lapangan karena memang disanalah pemain-pemain kunci Valencia berada dan punya potensi. Terkonsentrasinya pemain di tengah membuat duo offensive full back biasanya punya kesempatan menusuk dan melepaskan umpan silang di dekat garis gawang lawan.

Positioning: Flexible

Meratanya kemampuan finishing dan beberapa stats lain membuat sejatinya pemain Valencia bisa menjadi apa saja di lapangan. Untuk memaksimalkan kondisi tersebut maka instruksi posisioning fleksibel bisa menjadi pilihan. Orellana, Guedes, Rodrigo bisa saling berputar dan mengisi posisi yang ditinggalkan rekannya, khusus bagi Zaza mungkin akan banyak stay di depan, namun 3-4 pemain di belakangnya bisa bertukar posisi untuk peran-peran pencetak gol atau pembawa bola.

Support Range: 1 Bar

Kombinasi possession game dan passing pendek akan sangat maksimal jika ditunjang dengan posisi pemain yang rapat. Rekan lain berusaha mendekati pemain yang memegang bola untuk memastikan passing pendek tetap dalam jangkauan aman.

Advanced Instruction

Attacking full back

Instruksi ini digunakan untuk mentrigger Gaya dan Montoya agar benar-benar aktif membantu serangan dari sisi sayap, mengingat Gaya bukan FB bertipe offensive full back murni. Seperti udah dijelaskan di bagian sebelumnya, Valencia sangat membutuhkan umpan silang untuk memecah kebuntuan dalam usaha mencetak gol. Meskipun sejatinya kemampaun crossing Gaya dan Montoya gak istimewa namun dengan banyaknya pemain di kotak penalty diharapkan bisa berbuah sesuatu, entah kemelut atau bola rebound yang bisa dikonversi jadi gol.

False no 9

Instruksi ini untuk menarik bek lawan untuk mengejar pemain yang menjadi SS, dalam hal ini Rodrigo. Rodrigo diset menjadi SS karena dia memiliki kemampuan membawa bola yang bagus dan stamina cukup. Dia akan banyak turun ke lapangan tengah mencari bola dan membuka celah untuk dimanfaatkan pemain lain.

Defend Style: Frontline Pressure

Minimnya bek tengah yang sangat handal menjadikan beban pertahanan gak bisa diserahkan ke mereka aja. Pemain depan juga udah harus mulai menekan pemain lawan dari daerahnya. Dalam taktik ini juga menggunakan garis pertahanan yang tinggi, jika menggunakan all out defense maka memaksa pemain depan mundur. Sehingga jika digunakan all out defense dan garis bertahan yang tinggi, ketika kondisi bertahan pemain akan menumpuk di satu garis pertahanan .

Tips yang sangat bermanfaat ketika menggunakan instruksi frontline pressure adalah, jangan menggunakan pemain CB untuk menekan pemain yang masih berada di lini tengah, usahakan tetap menekan dengan DMF atau CMF.

Containment Area: Middle

Konsentrasi pertahanan juga fokus ada di tengah, menjaga bentuk tim tetap narrow atau rapat. Kerapatan memang menjadi kunci utama dalam taktik kita kali ini. Harapannya dengan jarak pemain yang rapat pertahanan jadi sulit ditembus. Kondogbia dan Parejo memiliki kemampuan defensive yang lumayan dan utamanya stamina yang cukup, sehingga bisa diandalkan untuk menekan pemain lawan demi meringankan beban Garay atau Gabriel di lini belakang.

Pressure: Aggressive

Instruksi penekanan agresif digunakan karena menimbang, pertama, duet CB gak istimewa maka pemain lain harus punya kontribusi defensive cukup tinggi. Kedua, stamina pemain Valencia secara umum berada di atas 82, sehingga masih masuk akal jika dituntut menekan pemain lawan secara agresif untuk 2 babak.

Defensive Line: 8 Bar 

Menganut permainan pendek cepat dengan kerapatan pemain tinggi maka garis pertahanan dibuat sangat tinggi agar jarak ketika menyerang gak terlalu lebar.

Compactness: 8 Bar

Sama halnya dengan kondisi di atas, filosofi permainan rapat harus didukung pula pada kondisi bertahan. Maka kerapatan dalam bertahan pun demikian.

Hasil & Kesimpulan

Valencia cukup membuat saya kesulitan terutama minimnya gol yang bisa dikonversi, banyak peluang bagus, terutama one on one yang mentah digagalkan kiper yang nggilani refleknya di PES 2018 ini. Terutama Zaza, beberapa kali dibuat mangkel karena tendangannya mentok di tangan kiper lawan. Banyak gol akhirnya berbuah dari umpan silang, khusus untuk tendangan biasanya saya menggunakan tendangan keras untuk bisa membobol kiper lawan.

Melawan klub yang notabene lebih kuat di PES 2018 level Superstar masih cukup bagus, masih bisa meraih 3 poin namun sangat jaraaaaang sekali bisa menang dengan margin lebih dari 1 gol. Di level superstar CPU selalu bisa membuat gol di akhir babak, entah babak pertama atau kedua, dan biasanya golnya adalah gol yang seharusnya bisa dihindari namun nyatanya gak bisa dihindari. Ada kalanya tiba-tiba bek kita menjadi seperti linglung dan gak responsive sehingga akhirnya CPU bisa membalikkan keadaan.

Jika mau menang melawan klub yang lebih kuat di level Superstar main harus fokus terutama ketika bertahan, karena lepas fokus sedikit biasanya itu yang dikonversi CPU jadi gol pembalik.

Melawan klub yang jauh lebih lemah barulah saya bisa menang lebih dari margin 2 gol, itupun saya tetap kebobolan. Sulit sekali meraih clean sheet di level Superstar karena alasan tadi. Ketika mencoba di level yang lebih rendah, Top Player, barulah terasa bedanya dan lebih mudah baik dalam urusan golin atau menjaga gawang tetap perawan.

Lepas dari masalah melawan CPU tadi, Valencia menarik dijadikan salah satu alternative ketika main bersama teman atau digunakan di Master League. Pemain mudanya cukup banyak dan punya potensi seperti Goncalo Guedes atau Andres Pereira.

Bagi brothers yang suka main ala tiki taka atau passing pendek cepat Valencia bisa dicoba, daripada menggunakan Barcelona yang sudah minim tantangan karena statnya yang udah tinggi banget.

Akhir kata, meskipun banyak titik lemah dari Valencia di PES 2018 ini bukan berarti Valencia bisa disepelekan, dengan cara main dan taktik yang tepat kelelawar hitam bisa memangsa lawannya layaknya kelelawar memakan buah mangga di depan halaman rumah kita. Bats.

PES 2018 Team Guide Series: Valencia CF

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *