ModEvo team guide dalam kesempatan ini mengangkat klub yang berada di jantung kota Roma, namun bukan AS Roma yang kami bahas, melainkan rival abadi mereka. Lazio. Banyak jalan menuju Roma, namun hanya ada satu Lazio di kota Roma. Apaa sih.

Lazio dikenal sebagai salah satu klub papan atas yang tergabung dalam magnificent seven ketika jamannya Serie A lagi top-topnya di akhir abad 20. Terlebih di era tersebut Lazio masuk era jayanya, sempat jadi finalis UEFA Cup dan menang Piala Super Eropa. Scudetto kedua  juga diraih di era ini, pas jaman-jamannya Nesta, Veron, dan Nedved. Banyak deh mas Bro seusia mau atau udah kepala 3 yang waktu SD nya ngefans ama Lazio. Ketahuan banget masuk dalam golongan bocah jaman old.

Namun manisnya masa tersebut gak lama. Bangkrutnya pemasok dana utama dan masa kejatuhan Serie A di pertengahan 2000an membuat Lazio ikut limbung. Kondisi ini memaksa Lazio banyak menjual pemain bintangnya, sehingga perlahan prestasi Lazio di liga makin seret. Praktis prestasi terbaik Lazio dalam 1 dekade terakhir “hanya” menang beberapa kali di Piala Liga.

Bahas di era now, alias musim ini, Lazio tampil moncer dibawah arahan Simone Inzaghi. Musim kemarin berada di posisi 5 liga, lumayan. Musim ini malah lebih keren, masih bersaing di papan atas liga. Membawa skuad yang gak jauh berbeda dengan musim kemarin, musim ini Lazio tampil menggigit dengan tambahan pemain baru.

Salah satu pemain kunci di Lazio adalah Immobile, topskor tim musim lalu dengan 26 golnya di liga membuat Lazio mengunci hasil bagus musim kemarin. Musim ini malah lebih produktif lagi. Immobile yang sempat kesulitan main di Jerman kini mendapatkan ketajamannya kembali di Italia.

Pendekatan strategi dengan tiga bek racikan Inzaghi boleh dibilang ampuh. Parolo, Savic, dan Lucas Leiva di lini tengah terbukti mampu memberikan ketenangan dalam urusan menyerang dan bertahan.

Kondisi ini berbanding lurus pula di PES 2018, meski secara umum Lazio hanya mendapat 4 bintang secara overall, dan tercatat gak ada pemain yang lebih tinggi OVR nya dari 83 di Lazio dalam PES 2018. Immobile jadi pemain dengan OVR tertinggi. namun jika ditilik satu persatu pemainnya Lazio bisa menjadi klub yang bisa dijadikan andalan.  Permainan umpan pendek dan cepat ala Lazio bisa diterapkan pula di PES 2018.

Masih bingung sama manfaat stats di PES? Coba baca panduan ini dulu.

Pemain Starter

Ciro Immobile

Pemain andalan di klub. Poacher yang gak gagap mengonversi peluang yang sedikit untuk menjadi gol. Keberadaanya dalam tim sebagai tukang gedor utama bukannya tanpa beralasan. Pemain bertipe poacher ini dianugerahi Stats finishing, attacking prowess, dan kicking powernya paling tinggi di klub. Tambahan skill seperti acrobatic finishing dan first time shot menjadikan Immobile mampu melepaskan tembakan dari kondisi ditekan pemain lawan. Skill ini sangat membantu ketika gak banyak momentum untuk mengontrol bola ketika menerima umpan. Tambahan lagi, dia punya kecepatan yang cukup untuk melepaskan diri dari bek lawan.

Marco Parolo

Midfield paling komplit yang punya peran ganda dalam menyerang dan bertahan. Pemain bertipe box to box ini memiliki kemampuan passing dan betahan sama baiknya. Parolo bisa menjadi jangkar dalam permainan Lazio, kemampuan merebut bolanya hampir setara dengan bek. Baiknya kemampuan passingnya menjadikan dia mampu menggulirkan bola secara akurat ke depan. Tambahan, dia juga punya tembakan luar kotak penalty yang sangat baik, ini ditopang dengan angka 87 pada kicking power dan knuckle shot di daftar skillnya.

Felipe Anderson

Pemain sayap ini merupakan pemain dengan stats kecepatan paling tinggi di klub, dengan nilai speed 91 dan explosive power 94 menjadikan dia speed demon dalam klub. Keberadaannya sebagai RMF sangat membantu menggedor musuh di sisi kanan lapangan. Kemampuan passingnya memang pas-pasan, namun kecepatan dan skill tricksternya bisa membantu bek lawan kerepotan dan membuka ruang untuk pemain lain. Negatifnya, lemahnya kemampuan defensnya memaksa bek dan midfield lain untuk lebih disiplin untuk menutup ruang yang sering ditinggalkan olehnya.

Stefan de Vrij

Jabatan komando lini belakang Lazio ini memang pantas disandangnya. Rataan 85 di hampir seluruh stats defensifnya memastikan lini belakang tetap aman dari serangan musuh. Bertipe pemain build up memberikan dia opsi untuk memulai serangan dari belakang. Meski kemampuan passingnya boleh dibilang gak terlalu baik, namun dia masih bisa menguasai bola dalam batas tertentu dan bisa berperan sebagai ball player defender.

Senad Lulic

Pemain yang sudah cukup uzur ini nyatanya memberikan peran besar dalam permainan Lazio. Penggunaan 3 bek menjadikan LMF dan RMF adalah pemain terluar yang bertugas dobel, baik itu bertahan maupun menyerang. Lulic disini memiliki kemampuan menyerang dan bertahan sama baiknya, dia bisa ditempatkan sebagai LB sampe LWF. Gak heran dia gak canggung dalam bertahan dan menyerang. Staminanya juga mantap, gak cepet habis walau diajak naik turun menyisir sisi kiri lapangan. 

Note: Team Guide ini dibuat menggunakan ModEvo18. Belum punya? Order sekarang Bro

Supersub 

Nani

Nama besar Nani masih memberikan efek di PES, OVR nya masih berada di angka 80an. Kemampuannya sebenarnya masih bagus di PES, namun pilihan RMF jatuh ke Felipe karena dia lebih punya kecepatan. Nani kesulitan memberikan opsi lain dalam serangan karena kecepatannya sudah mulai terbatas dan lagi kontribusi defensnya gak bisa diandalkan. Namun sebagai pelapis Nani masih sangat cocok untuk itu.

Formasi & Taktik

Mengikuti pola dari Inzaghi, menggunakan skema 3 bek. Melimpahnya stok lini tengah dimaksimalkan dengan penggunan 5 gelandang hampir sejajar, dan di lini depan dipasang 2 CF yang saling support. Skema ini membentuk formasi 3-5-2. Formasi ini menjanjikan permainan menyerang yang atraktif dan cepat.

Semangat yang diusung dalam taktik kali ini adalah permainan cepat dengan bola-bola pendek. Strategi ini banyak mengandalkan serangan balik. Gol-gol tap in dari umpan lambung maupun umpan terobosan menjadi andalan dalam mencari angka.

Di belakang trio Vrij, Radu, dan Bastos menjadi pilihan terbaik untuk menggalang pertahan dengan tiga bek. Ketiga bek ini sama-sama kuat di udara namun masih cukup punya kecepatan (di angka 75an).

Lini tengah dikuasai oleh beberapa tipe pemain yang punya peran berbeda. 2 pemain terluar RMF dan LMF punya tugas naik turun membantu serangan dan bertahan, umpan silang diharapkan banyak dihasilkan karena 2 CF punya kemampuan heading yang cukup baik. Lucas didapuk sebagai DMF yang fokus dalam bertahan, sedangkan 2 CMF lain punya peran yang agak berbeda. Parolo punya atribut bagus dalam bertahan dan menyerang sehingga dia berperan sebagai box to box midfield, CMF satu lagi,  Savic lebih fokus dalam membantu serangan.

Dua pemain dipasang di depan sebagai CF, Immobile jadi pilihan utama, tandemnya Dordevic. Dordevic bertugas menarik defender lawan keluar dari zonanya sehingga membuka ruang untuk Immobile menusuk. Dordevic bertipe Fox in the Box sehingga meskipun skill lainnya pas-pasan namun finishingnya cukup tinggi dan punya skill first time shot, artinya dia juga akan bisa turut menghasilkan gol jika ada kesempatan dalam kotak penalty. JIka 2 CF ini bertugas dengan baik, dipastikan keran gol gak akan seret.

Kemampuan finishing Immobile bisa dicek di gif dibawah ini. Ngeri Bro

Strategi

Attack

Attacking style: Counter Attack

Permainan counter menjadi gaya dalam membangun serangan, mengandalkan kecepatan pemain di sisi kanan dan depan, Felipe dan Immobile, untuk mendobrak pertahanan lawan. Ketika menghadapi musuh yang lebih lemah akan banyak memainkan bola pendek cepat sembari membagi bola ke samping, ketika menghadapi musuh yang lebih kuat dan lebih banyak ditekan maka bersiap untuk memulai serangan cepat ke depan dengan menggunakan bola terobosan rendah.

Build Up: Short Pass

Lazio dibekali dengan pemain-pemain yang memiliki kemampuan low passing yang cukup baik. Leiva, Parolo, dan Savic, tiga komponen CM ini memiliki rataan low pass yang bisa diandalkan untuk mengalirkan bola ke samping dan ke depan. Build up dengan menggunakan umpan pendek mendatar bisa jadi pilihan paling masuk akal, baik dalam membangun serangan secara bertahap atau dalam menyerang balik.

Attacking Zone: Wide

Main dengan 5 midfield menjadikan sisi luar otomatis terokupasi dengan LMF dan RMF yang mentok di sisi lapangan. Keberadaan LMF dan RMF yang mumpuni bisa jadi sentral dalam permainan Lazio. CF yang memiliki kecepatan juga akan bermain melebar mencari ruang ketika menyerang. Menariknya menggunakan 2 CF yang memiliki skill first time shot adalah reaksi yang baik ketika bola pantul atau liar, seperti gif dibawah ini

Positioning: Maintain Formation

Instruksi maintain formation digunakan untuk menjaga kedisplinan 3 bek tengah dan midfield yang bertugas dalam bertahan. Maintain Formation memaksa Leiva tetap menjadi anchor ketika lini tengah mulai mendapat serangan, dan Parolo akan berfungsi sebagai box to box yang naik turun tergantung kondisi di lapangan.

Support Range: 5 bar

Main dengan gaya counter attack bola pendek membuat jarak support passing antar pemain gak bisa terlalu rapat, karena nanti persebaran pemain akan terlalu rapat ketika menyerang. Jika demikian, ujung-ujungnya gak banyak ruang terbuka di depan.

Advanced Instruction

Centering Target

Instruksi main melebar sedikit banyak akan memaksa 2 CF berlari melebar ketika menyerang, dengan adanya advanced instruction centering target ini akan membuat dari 2 CF minimal ada 1 CF yang tetap di tengah untuk bersiap menerima umpan silang. Immobile atau Dordevic gak ada masalah, karena 2 2nya siap untuk menyambut umpan silang dengan header yang mematikan.

Defend: Frontline Pressure

Penggunaan 3 CB dengan garis pertahanan yang tinggi akan membuat transisi penyerangan lambat jika diset instruksi defensnya menjadi all out defense. Jarak antar lini juga akan melebar, padahal yang diutamakan dalam penyerangan Lazio adalah transisi pemain yang cepat ketika melakukan serangan balik. Frontline pressure juga memastikan 2 CF gak terlalu turun ketika tim diserang dan gak harus turun terlalu dalam untuk menghemat energi.

Ini contoh serangan balik karena CF berhasil merebut bola dan segera melepaskan umpan terobosan ke depan.

Containment Area: Wide

Mencoba memaksa pemain musuh mengalirkan bola di sisi sayap, karena melihat formasi yang ramping di samping namun nyatanya justru ini adalah jebakan. Dengan memasang containment area nya menjadi wide, pemain akan bergerak melebar untuk menekan pemain di samping.

Pressure: Aggressive

Tekanan udah dimulai ketika lawan mulai memegang bola dari daerahnya sendiri. Dipadukan dengan taktik frontline pressure maka setiap pemain di areanya akan mulai menekan pemain lawan meskipun bola masih berada di lapangan musuh. Tekanan ini sering kali membuat lawan salahpassing atau bola passing membentur, ini bisa dijadikan momentum untuk memperoleh angka dari blunder yang dihasilkan lawan. Sering juga beberapa kali mendapati gol “bonus” macam ini. Dengan strategi agresif, tanpa harus menekan kotak + X, pemain kita otomatis akan menempel musuh yang membawa bola.

Defensive Line: 5 bar

Garis pertahanan dibuat dengan nilai standar di angka 5, gak terlalu tinggi.

Compactness: 4 bar

Area pertahanan dibuat agak lebar dan jarak antar pemain cukup jauh. Ini sekaligus untuk mendukung strategi containment yang lebar, jika diset terlalu rapat maka akan terjadi bottleneck dengan strategi containmentnya.

Hasil & Kesimpulan

Dari hasil yang didapat dengan strategi dan taktik diatas, Lazio menjelma jadi tim yang bisa diandalkan di PES 2018. Kemampuan konversi peluang yang baik menjadi keunggulan Lazio bisa mengangkangi lawannya di PES 2018 ini. Melawan klub yang notabene lebih unggul secara kemampuan gak membuat Lazio mudah ditaklukan. Pengalaman melawan klub besar boleh dikata hasilnya memuaskan, hanya melawan Barcelona dan Madrid saja kesulitan menghadapi serangan bertubi di akhir babak kedua sebelum akhirnya disamakan.

Memang kedalaman klub seringkali menjadi masalah dan menjadi pembeda antara klub bintang 4 dengan bintang 5, sehingga jika ada pemain yang turun atau cedera kita gak punya banyak opsi pemain lain untuk menutup lubang tersebut.

Immobile di strategi ini hampir sejalan dengan kondisi di dunia nyata, sebagian besar gol dicetak oleh dia. Dalam permainan Immobile juga seringkali tercatat sebagai pemain dengan touches terbanyak. Dordevic juga banyak memberikan assist dan golnya, sehingga saya puas dengan duet Immobile dan Dordevic di depan.

PES 2018 menawarkan kedalaman taktikal yang lebih simulasi, oleh karenanya jika kita menggunakan klub dengan taktik dan cara main yang tepat stats OVR team gak lagi jadi jaminan.

Akhir kata, Lazio menjadi klub yang menyenangkan untuk dibawa kembali ke masa kejayaannya untuk main di master league. Fondasi pemain yang cukup membuat kita leluasa menambal atau membeli pemain pelapis di tim. Sangat rekomen untuk digunakan baik itu melawan kawan maupun computer. Blue-sky.

Note: Team Guide di tes menggunakan AI Superstar/Legend dengan waktu 9 Menit.

Cari team guide klub lain? Cek dimari Bro

PES 2018 Team Guide Series: SS Lazio

Satu gagasan untuk “PES 2018 Team Guide Series: SS Lazio

  • November 12, 2017 pukul 19:22
    Permalink

    Main 4 2 1 3 juga mantep min, milinkovic jadi Amf

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *