Halo Bro, PES 2017 team guide adalah rubrik baru di ModEvo. Isinya adalah ulasan taktik dan strategi terbaik yang bisa diaplikasikan ke tim tertentu. Tujuannya, Bro bisa memaksimalkan tim kecil melawan tim besar dengan taktik dan pemain yang tepat. Di edisi pertama ini kami coba angkat Leicester City.

Musim ini Leicester boleh dibilang kembali lagi ke habitat aslinya, Tahun 2016 kemarin memang tahunnya Leicester, siapa yang bakal mengira mereka bisa juara Premier League. Imbas dari prestasi kemarin salah satunya adalah statnya naik banyak di PES 2017 ketimbang di PES 2016.

Mahrez naik 3 poin dari PES 2016, K.Schmeichel bahkan naik 4 poin ovrnya, dari 78 menjadi 82 di PES 2017.

Musim lalu Leicester bisa merajai di Prem League salah satunya karena taktik dan pemain yang tepat dari C.Ranieri “The Tinkerman”. DIa merubah klub yang terancam degradasi menjadi juara.

Pemain starter

Jamie Vardy

Prestasi Vardy yang mencetak rekor dengan 11 pertandingan berturut-turut di EPL dihargai oleh KONAMI. Dia paling cocok dijadikan poacher yang ngendon di depan, karena stat finishing dengan speednya sangat memadai untuk menusuk di depan. Maksimalkan bola daerah yang bisa dia kejar, usahakan bola mendatar atau early ball, karena duel udaranya pas-pasan. Tendangan dan finishingnya keras dan terarah, maksimalin.

Islam Slimani

Tembok pemantul di depan yang bisa menemani Vardy di depan. Dibekali dengan badan yang tinggi plus stat header, physical contact dan jump yang tinggi juga, dijamin mudah menang bola di udara. DIa bisa bertugas sebagai yang menerima bola lambung dari belakang untuk kemudian diteruskan ke Vardy atau Mahrez, karena stat passnya masih lumayan, 75.

Riyad Mahrez

Pemain terbaik Afrika tahun 2016 ini adalah pemain dengan stat paling all around di Leicester. Dia bisa main di beberapa posisi dan statnya cukup memadai di hampir semua area. Peran paling baik yang bisa dia lakukan adalah Inside Forward atau Winger, karena dibekali dribblingnya bagus. Stat lofted pass dan finishingnya memadai, jadi dia bisa menusuk untuk kemudian memberi umpan silang atau mencoba tendangan langsung.

Christian Fuchs

Dalam konteks menyerangan dengan counter attack dan long ball passing Fuchs ini berperan penting di sisi kiri Leicester. Fuchs bisa menjadi offensive full back yang banyak memberikan assist dengan early ball atau crossingnya yang bisa disambar Vardy dan Slimani. Hal ini didukung dengan skill dan playing styles yang dia miliki, dia punya skill pinpoint crossing dan early cross.

Morgan Huth & Wes Morgan

Duo CB ini bertipe sama, statnya juga hampir sama. Unggul dalam duel udara, fisik kuat, namun lamban. Untuk menambal kekurangannya itu, saya memilih mereka berada pada deep line defens, supaya gak kewalahan ketika menemui penyerang lawan yang kencang.

Nampalys Mendy

Pengganti Kante, memang gak sebagus Kante sih. Namun dia bisa jadi anchor yang bagus. Skill dan playing stylenya mendukung, dan beberapa stat yang dibutuhkan ada pada poin yang cukup.

Danny Drinkwater

Bos di lapangan tengah, stat passingnya adalah yang terbaik di tim. Dia bisa menjadi pemicu bola ke depan atau ke samping ketika memulai serangan balik. Selain itu playing stylesnya yang box to box menjadikan dia bagus dalam serangan maupun bertahan. Pemain yang berguna

Kasper Schmeichel

Palang pintu terakhir andalan Leicester. Stat goalkeepernya lebih dari cukup untuk menghalau bola. Harapannya karena taktik Leicester yang banyak menumpuk pemain di kotak penalti bola yang diarahkan ke gawang sudah gak terlalu berbahaya dan bisa diredam oleh si Kasper ini.

Supersub

Ahmed Musa

Pemain serba bisa ini cocok dijadikan pelapis atau pengganti ketika ada pemain depan yang kurang fit atau dalam form yang jelek. Dia bisa mengisi posisi sayap kanan kiri dan striker. Kecepatannya hanya berada di bawah Vardy.

Formasi & Taktik

Taktik ini menggunakan formasi 4-4-2 yang sedikit dimodifikasi. Untuk memaksimalkan pergerakan pemain, saya menggunakan fluid formation. Basisnya sama-sama 4-4-2 namun ada sedikit perubahan peran pemain ketika dalam kondisi menyerang atau bertahan.

Pada kondisi menyerang Slimani dijadikan SS. Tujuannya agar dia bisa maju mensupport Vardy dan dia juga bisa memosisikan diri sebagai target man untuk menyambut bola silang karena fisiknya dan headernya yang superior.

Mahrez diposisikan sebagai RWF supaya dia menjelma jadi inside forward, bisa ikut menusuk maju dari sayap kanan untuk mencetak gol dengan kaki kirinya (kaki utamanya).

Kondisi bertahan, baik Slimani dan Mahrez diposisikan menjadi midfield. Supaya apa? Supaya mendukung pergerakan all out defense. Jika masih berperan forward mereka cenderung jarang turun ke pertahanan. Vardy akan otomatis turun membantu pertahanan, karena dia punya skill “track back”.

Selebihnya Brothers bisa lihat gambar di bawah ini.

Strategi

Attack

Attacking styles: Counter Attack

Leicester bukan pemegang bola yang baik dan lagi mereka gak dibekali dengan stat passing yang memadai. Argumen ini juga diperkuat bahwa Leicester bisa mengandalkan kecepatan di pemain depannya, maka counter attack adalah strategi paling pas. Gak masalah tim jarang memegang bola, karena sekalinya menyerang mengerikan.

Build Up: Long Pass

Balik lagi ke argumen awal. Leicester kurang low pass statnya, secara umum loftednya malah cukup bagus. Maka build up long pass bisa digunakan untuk memaksimalkan keunggulan.

Attacking zone: Wide

Model main long pass + counter attack dan mengandalkan kecepatan pemain depan dan sayap maka wide paling masuk akal. Dari sini juga kita mengharapkan banyak umpan silang tercipta. Dengan memasang wide, Vardy juga akan bergerak lebih melebar untuk menunggu bola lambung, cocok, karena mengandalkan kecepatannya yang tinggi.  

Advanced Instruction: Attacking fullback

Saya menggunakan counter target untuk memaksimalkan kecepatan Vardy atau fisik Slimani ketika melakukan serangan balik. Jadi Brothers bisa pasang counter target ke Vardy atau Slimani. JIka Vardy yang dipasang counter target maka dia akan “ngetem” di area bertahan lawan dan siap lari menerima bola lambung. Jika Slimani yang dipasang maka dia akan bisa menjadi benteng yang menerima bola lambung dari belakang.

Seperti kondisi di bawah ini, Vardy sudah siap menerima bola untuk memulai serangan balik. Bellerin yang berada di depan Vardy buru-buru balik badan dan kembali ke posisinya, nah ini celah yang bisa diambil Vardy. Vardy sudah unggul akselerasi daripadai Bellerin yang baru berbalik badan.

Atau seperti kondisi di bawah ini. Vardy dan Slimani sudah berada dalam posisi hampir sejajar dengan bek terakhir lawan. Siap menerima bola lambung dari bawah.

Ini beberapa contoh goal dengan skema yang digunakan.

Defend

Defend Style:All out Defense,

tujuannya menumpuk pemain di belakang dan memaksa pemain agar segera turun ketika tim diserang. All out defense adalah bentuk defens yang menuntut stamina lebih karena seluruh pemain diminta naik turun secara aktif membantu pertahanan. Bagusnya. Pemain Leicester bisa dibilang memadai staminannya.

Containment Area: Middle.

Pemutus serangan Leicester seluruhnya ada di sisi tengah. Ada 4 pemain yang stat defensnya menonjol.  ada di Mendy dan Drinkwater sebagai DMF, Huth dan Morgan sebagai CB.

Pressure: Conservative.

Karena sudah memasang all out defense yang meminta mereka segera turun ketika tim diserang maka untuk menjaga kedisiplinannya pemain jangan diminta agresif ketika bertahan. Dengan cara konservatif pemain akan cenderung menjaga zonanya ketimbang memaksa untuk menempel pemain yang menyerang.

Advanced instruction: Counter Target (set to Slimani/Vardy)

Dengan strategi defend seperti itu maka akan menghasilkan defend shape seperti dibawah ini. Pemain membentuk formasi bertahan yang minim tempat, agar apa, agar tidak banyak tercipta celah di area pertahanannya. Memang sisi sayap jadi titik lemah, namun saya gak terlalu khawatir karena duo CB di tengah statnya lebih dari cukup untuk menghalau bola silang.

Lihat juga 9 pemain menumpuk di belakang, pemain paling depan saya instruksikan untuk tetap berada di area tengah lapangan agar siap menerima bola lambung dari belakang ketika bola berhasil direbut dan segera melancarkan serangan balik.

Ini beberapa contoh gaya bertahan dari Leicester

Cari team guide klub lain? Cek daftar ModEvo Team Guide kami!

Hasil & Kesimpulan:

Dari beberapa uji coba pertandingan, level Superstar, cukup memuaskan. Bola memang selalu dikuasai oleh musuh, namun karena padatnya lini belakang dan kiper yang cukup bagus sedikit gol yang dihasilkan lawan. Namun jika menemui pemain yang benar-benar licin seperti Messi, Hazard, dan sebagainya bek Leicester kadang mati langkah.

Passes Leicester selalu menghasilkan persentase yang rendah karena saya disiplin memainkan bola jauh. Sehingga banyak bola yang gagal sampai di tujuan atau keburu terpotong oleh lawan.

 

Namun dari rasio possession yang selalu kalah gak selalu kalah juga dalam penciptaan peluang, dari stat Leicester masih bisa aktif melepaskan tembakan ke gawang. 

Kunci menggunakan Leicester adalah, jangan terlalu banyak memegang bola dan disiplin dalam bertahan. Jangan buat pemain Leicester lari-lari mengejar lawan, cukup jaga pertahanan secara zonal dan pertahankan shape formasi. Mungkin sulit membuat gol dalam jumlah banyak, namun 1-2 kesempatan mematikan bisa cukup membuat Bro menang dalam perburuan. Foxes.

 

ModEvo #PlayBetter

PES 2017 Team Guide Series: Leicester City

4 gagasan untuk “PES 2017 Team Guide Series: Leicester City

  • Februari 10, 2017 pukul 05:44
    Permalink

    Buat yang versi atletico minn

    Balas
  • Februari 10, 2017 pukul 10:04
    Permalink

    Minta cara maen pakek liverpool dong sob

    Balas
    • Februari 16, 2017 pukul 23:07
      Permalink

      Team manchester united

      Balas
  • Maret 20, 2017 pukul 03:52
    Permalink

    Please Manchester United version, soalnya susah sekali nyari komposisi game plan yang pas, setiap kali milih ini klub buat maen

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *