ModEvo Ultimate Team Guide

Ajang empat tahunan ini menjadi salah satu even terakbar sejagad, gak hanya di sepakbola, tapi udah menjadi gelaran olahraga paling akbar. Rasanya sembari menunggu pertandingan berikutnya yang memang jadwalnya padat banget, gak lengkap kalau ga sambil diisi dengan main PES. Kali ini ModEvo hadir memberikan team guide super komplit dari grup A sampai dengan grup H, seluruh negara, 32 Timnas.

 

Rusia

Jagoan utama: Igor Akinfeev, kiper veteran yang mungkin bro kenal. Biarpun OVR mentok di angka 80, tapi dia salah satu jagoan di Rusia. Karena kiper susah ya manfaatin dalam permainan. Yah kalau mau coba dimanfaatin buat penyerangan sebenernya bisa-bisa aja, dia punya skill early cross, kali-kali mau bro pasang jadi CMF buat ngasih umpan ke depan juga sah-sah aja dicoba.

Partnernya si jagoan: Alan Dzagoev, dari namanya si keliatannya Jago ya. Statsnya di PES 2018 si bilang gitu juga, seengaknya di level timnas Rusia, dengan beberapa stats komplitnya, bisalah dia jadi pemain utama di lini serang Rusia. Asiknya dia terima ditempatin di hampir seluruh posisi di lini depan.

Pemain paling gak kepake: Banyak pemain Rusia yang ga masuk radar di kalangan penggemar sepakbola lokal, pemain dengan OVR rendah hampir pasti gak akan dilirik buat dipake oleh PES player.

Level ke-ngeri-an: 4/10 . Meskipun tim tuan rumah, dan termasuk tim Eropa, Rusia bisa dibilang tim yang payah dan bisa masuk piala dunia karena dia tuan rumahnya aja. Kesian kan kalau tuan rumahnya cuma jadi penonton doang.

 

Arab Saudi

Jagoan utama: Mohammad Al-Sahlawi, CF paling bagus yang tersedia di skuad Saudi Arabia, kemampuan shooting dan finishingnya paling tinggi menjadikan dia bisa dipake buat ngegolin. Meskipun OVR nya jangan tanya, hanya 69, namun kemampuan finishingnya yang menonjol rasanya masih bisa menjagokan dia di depan.

Partner si jagoan: Taisir Al Jassam, pemain sayap ini adalah salah satu pemain veteran di skuad padang pasir Arab Saudi. Passing dan dribelnya ada di warna hijau (lebih dari 75) menasbihkan dia jadi katalitastor di tim Arab Saudi.

Pemain paling gak kepake: Banyak.. Saking pas-pasannya rataan overall rating skuadnya jadi bingung mau pake siapa.

Level ke-ngeri-an: 3/10  Yassalam, para prajurit dari Raja Salman di bidang sepakbola ini sama sekali ga mengerikan(kalau bicaranya di level Piala Dunia yaa, kalau diadu sama timnas Indonesia si masih menang telak). Namun dengan banyak berdoa bisa membantu dimudahkan segala urusannya di lapangan.

 

Mesir

Jagoan Utama: Mohamed Salah, satu salahnya si Salah yaitu namanya Salah, padahal kemampuannya beneran jago. Kecepatan, dribel nya jadi senjata maut di PES. Anyway kalau boleh jujur, statsnya di PES 2018 si Salah ini masih underrated alias masih bolehlah dinaikin beberapa angka lagi di beberapa stats.

Partner si Jagoan: Elneny, di Arsenal, klub dia berlabuh bisa jadi dia masuk ke kategori pemain yang gak atau minimal kurang kepake. Tapi di timnas, mohon maaf nih, dia termasuk ke jajaran pemain beroverall paling tinggi. Dengan modal OVR di angka 79 dia udah jadi pemain kedua paling oke setelah Salah. Mau gimana lagi.

Pemain Paling gak kepake: 10 pemain cadangan yang kurang beruntung karena ga masuk line up nemenin Salah.

Level ke-ngeri-an: 4/10. Meskipun hanya 1 Salahnya, tapi nilainya gak jadi 9… karena Salahnya cuma 1. Coba kalau ada 3 Salahnya dijamin nilainya bisa naik jadi 7 atau 8. Bermodalkan Salah aja memang gak bisa membuat Mesir jadi tim yang mengerikan sih..

 

Uruguay

Jagoan Utama: Luis Suarez, pemain paling mantep di skuad uruguay. Suarez bahkan, pemain ketiga di PES 2018 dengan OVR tertinggi, hanya kalah dari Messi dan CR. Stats attackingnya paling lengkap, paling bisa diandelin, dan satu fakta yang paling menenangkan. Di PES Suarez gak bisa gigit, jadi tenang aja.

Partner si Jagoan: Edinson Cavani, striker yang udah mulai gak muda lagi, 30 tahun, tapi di PES statsnya masih bagus (banget) untuk ukuran striker yang lama mainnya di liga kelas 2 Eropa, ligue 1. Asal bisa gantian peran sama Suarez si harusnya masih jitu banget buat lini depannya.

Pemain yang mungkin tersiakan: Abel Hernandez, striker (yang lebih) muda dari duet yang dipake ini sejatinya punya kecepatan tinggi (90), namun karena OVR nya mentok di rataan 70an dan sedikit pemain yang tau ni pemain main dimana. Keliatannya dia bakal lebih banyak dipinggirkan dan gak kepake.

Level ke-ngeri-an: 6/10, meskipun diisi cukup banyak nama-nama pemain kelas Eropa, sebut aja Suarez, Cavani, Godin, Muslera, Pereira namun secara fundamental Uruguay gak punya pelapis sepadan dan komposisi yang berimbang. Ini jadi bikin banyak lubang di skuad Uruguay.

Masih bingung sama manfaat stats di PES? Coba baca panduan ini dulu.

Portugal

Jagoan Utama: Cristiano Ronaldo, masih dia-dia juga, emang ada nama yang lain? Bagusnya, biar kata CR jadi cover utama game sebelah, iya game FIFA, namun gak berarti CR jadi dibikin jelek di PES. Statsnya bercokol di nomor 1 barengan dengan Messi dengan angka sama. Gentle juga KONAMI ni..

Partner si Jagoan: Pepe. meskipun udah gak lagi main di liga besar Eropa namun OVR nya masih jadi no dua di timnas Portugal. Masih kepake bangetlah si Pepe ini di lini belakang Portugal, duetnya bareng pemain yang kunciran itu siapa namanya kayanya udah lamaaa gak ganti-ganti. Awet.

Pemain Paling gak kepake: Eder, berlabel sebagai pahlawan Portugal di final EURO 2016 gak menggaransi dia bakal dipake juga oleh para PES player. Berposisikan sebagai CF statnya pas-pasan di angka 76. Statsnya rata-rata air, gak istimewa. Apalagi kalau main 1 striker tunggal 2 sayap depan, 99.99999999% posisi CF pasti diisi oleh CR.

Level ke-ngeri-an: 7/10. Kombinasi CR yang statnya bablas di 90an dan kawan-kawannya CR yang rata di angka 80 statnya membuat Portugal lumayan ngeri juga dipake di PES. Mayanlah buat yang demen banget sama CR untuk tetep main pake timnas Portugal.

 

Spanyol

Jagoan Utama: Sergio Ramos, barengan dengan de Gea menjadi pemain dengan stats paling tinggi di timnas Spanyol. Berhubung kiper signifikansinya dalam permainan gak terlalu “wah” maka yang jadi jagoan kita pasang si Ramos ini, soalnya de Gea cuma jago di permainan aja. Kalau Ramos ya jago main ya jago ngumpulin kartu juga.  

Partner si Jagoan: 2-3 nama bisa menjadi kandidat. Iniesta, Isco, Thiago adalah beberapa nama yang bisa menjadi partner si jagoan, karena sama-sama ada di angka 87 statsnya. Spanyol kan gitu, proporsi pemainnya gak seimbang. Pemain jago semua numpuk daftar jadi pemain tengah. Jadilah bingung siapa ini yang mau dipasang di lini tengah.

Pemain Paling gak kepake: Gak ada pemain semenjana di skuad Spanyol, semenjana-semenjananya pemain Spanyol di timnas lain bisa jadi pemain jagoannya. Paling kalaupun ada yang gak kepake lantaran dia bernasib menjadi kiper cadangan ketiga.

Level ke-ngeri-an: 9/10. Jago, tapi minimnya pemain depan yang bener-bener bisa diandelin jadi kekurangan timnas Spanyol. Bisa nyerang terus kan bukan berarti pasti bisa ngegolin juga kan. Tapi tetep aja sih, bagus banget buat dipake jadi tim jagoan. Apalagi kalau ente main PESnya gak jago. Hehehe

 

Maroko

Jagoan Utama: Mehdi Benatia, bek Juventus ini jadi pemain paling berpengalaman dan berprestasi di skuad Maroko. Statnya cukup bagus dan mumpuni memastikan lini belakang Maroko cukup aman dari gempuran lawan. FIsik dan kemampuan teknikal defensnya berada di angka atas rata-rata >80, dengan OVR 82 berposisikan CB, Benatia bisa diandalkan.

Partner Jagoan: Hakim Ziyech, pemain yang ketika mudanya membela timnas Belanda ini memilih membela Maroko di timnas seniornya. Pilihan tepat, seengaknya di WC 2018 ini. Maroko lolos, Belanda enggak. Ziyech sejatinya statsnya sangat bagus di PES 2018 dan di timnas Maroko, namun keberadaannya yang masih 50:50 di klub karena konflik dengan pelatihnya maka Ziyech gak diangkat sebagai Jagoan Utama.

Pemain paling gak kepake: Pemain-pemain yang less known relatif berpeluang sama sekali gak dimainkan oleh PES player.

Level ke-ngeri-an: 5/10. Maroko skuadnya cukup menarik, banyak nama-nama yang malang melintang di Eropa seperti Benatia, Belhanda, dan Dirar. Pilihan pemain mudanya juga banyak yang main di klub utama Eropa kaya Ziyech (Ajax), Hakimi (Real Madrid), dan Harit (Schalke), Bolehlah Maroko ni dikasih kesempatan.

 

Iran

Jagoan Utama: Serdar Azmoun, mungkin banyak juga Bro yang gak kenal dia ni siapa. Yaudah kenalin, dia Azmoun, striker utama Iran, main di Rubin Kazan. Pemain muda ini statsnya udah paling tinggi di Iran, berapa? 77. Jangan salah, kemampuan finishingnya no 1(di Iran) dan ingat dia masih berusia 23 tahun. Masih ada peluang berkembang.

Partner Jagoan: Ashkan Dejagah, kalau yang ini cukup banyak dong ya yang kenal, pernah main di Premier League, Fulham kala itu. Sekarang masih main di Inggris, tapi di EFL. Anyway, Dejagah sebagai salah satu pemain berpengalaman Eropa di timnas Iran, statsnya masih lumayan bagus ko. Bisalah dipakai menjadi pemain utama di lini tengah Iran.

Pemain paling gak kepake: Pemain topnya aja pada gak kenal, apa kabar nasib pemain lain yang lebih gak dikenal. Kalau disebut disini namanya juga percuma, gak kenal juga.

Level ke-ngeri-an: 3/10 Iran meskipun pelatihnya mumpuni,Carlos Queiroz(sempat melatih Real Madrid), namun skuadnya pas-pasan betul. Di Level Asia jelas Iran mengerikan, catatan perjalanan lolos ke Piala DUnianya aja ciamik, Iran adalah timnas pertama yang dapat tiket ke Rusia. Namun hal itu gak bisa memberi kecukupan kalau Iran gak bakal jadi bulan-bulanan di Rusia.

 

Perancis

Jagoan Utama: Antoinne Griezmann. Makin jadi statsnya di PES, apalagi PES jadi exclusive partnernya Atl.Madrid tempat Griezmann berlabuh, ya tentu ada 1-2 stats bonus lah dari PES nya. Anyway, Griezmann emang bisa ko diandelin baik di PES pun di real life, jadi gak heran dia jadi jagoan utama di timnas Prancis di Piala DUnia 2018.

Partner si Jagoan: Paul Pogba, ngelihat Pogba di PES pasti akan selalu nampak gak update PES nya. Mengingat Pogba hampir tiap minggu ganti warna dan gambar di rambutnya. Bebaslah kalau emang jago mainnya sih ya, dengan OVR mencapai 89 rasanya gak usah ditanyain lagi kenapa dipilih jadi temennya si jagoan.

Pemain Paling gak kepake:  Karim Benzema, lo kok Benzema? Benzema meskipun statusnya bintang Real Madrid namun karena punya masalah dengan Deschamps, pelatih Perancis, menjadikan dia (besar kemungkinan) gak dibawa ke Rusia. Jadi pasti paling gak kepake, karena emang gak masuk skuad.

Level ke-ngeri-an: 9/10. Skuad Prancis di piala dunia kali ini masuk dalam kategori mengerikan. Komplitnya pilihan pemain dari lini depan sampe belakang menjadi jaminan Prancis cocok dijadiin tim jagoan selama gelaran piala dunia kali ini. Jeleknya, saking banyaknya pemain dengan stats mirip-mirip jadi bingung siapa yang bakal main dan menentukan komposisi pemain paling tepat.

Note: Team Guide ini dibuat menggunakan ModEvo18. Belum punya? Order sekarang Bro

Australia

Jagoan Utama:  Aaron Mooy, menjadi starter di Huddersfield meningkatkan kemampuannya dengan baik, tempaan Premier League ternyata gak sia-sia. Stats OVR berada di angka 79 menjadikan Mooy pemain Australi dengan stat paling tinggi di PES 2018. Kemampuan passing baik umpan datar maupun lambungnya sangat baik, pun dengan staminanya, memastikan dia siap dipake 90 menit di lapangan tengah.

Partner Jagoan: Mile Jedinak, veteran dengan pengalaman main di Inggris cukup lama. Meskipun udah uzur, 33 tahun, namun pemain ini jelas masih sangat bermanfaat di tim sekelas Australia. OVR nya 75 sebagai DMF + beberapa atribut defensif yang menonjol membuat dia tetap layak jadi andalan.

Pemain paling gak kepake: Tim Cahill, pemain paling known-able di tim, kapten juga, namun sayangnya OVR nya merosot jauh ke level 70. Menjadikan dia gak seksi lagi buat dipake di lini tengah Australi karena masih banyak pemain lain yang lebih bagus secara stats.

Level ke-ngeri-an: 4/10 Banyaknya pemain yang main di Eropa gak lantas membuat Australia jadi tim kuda hitam. Kemampuan yang gak istimewa membuat Australia kurang bisa bicara banyak. Apalagi di kualifikasi pun Australia dapat kemudahan karena masuk zona Asia (lebih banyak jatahnya) ketimbang di Oseania yang harus melawan tim dari Amerika Latin di Playoff jika mau lolos Piala Dunia.

 

Peru

Jagoan Utama: Andre Carrilo,gak percuma dia main di Watford. OVR nya ada di angka 78, tinggi untuk ukuran orang Peru. Kecepatan dan dribelnya menjadi andalan, berposisi sebagai pemain depan dia lebih cocok dipasang sebagai winger karena kelebihannya tersebut.

Partner Jagoan: Ada sekitar 4-5 pemain dengan OVR mirip-mirip di agka 70an, yang bisa menemani si Carrilo. Sayangnya kalau disebut disini juga Bro belum tentu kenal, jadi gak usah lah ya ditampilin.

Pemain paling gak kepake: Paolo Guerrero, dia sejatinya adalah pemain Peru dengan OVR tertinggi (79), namun karena kesangkut masalah doping di akhir 2017 dan kena sanksi dari FIFA maka sangat kecil kemungkinan dia masuk ke skuad Piala Dunia.

Level ke-ngeri-an: 5/10 Peru sejatinya gak diunggulkan lolos dari zona CONMEBOL, Cili, Ekuador, atau bahkan PAraguay lebih diunggulkan lolos. Namun nyatanya enggak, torehan hanya kebobolan 7 gol dari 8 laga kualifikasi menjadikan Peru cukup tangguh lini belakangnya. Modal bagus untuk dipake di PES.

 

Denmark

Jagoan Utama: Cristian Eriksen, metronom milik Tottenham Hotspur ini punya andil sangat besar di timnas Denmark. OVR nya ada diangka 86 menjadikan dia salah satu pemain kelas dunia. Torehan upayanya di kualifikasi juga mentereng, 11 gol + beberapa asis menggambarkan bahwa Denmark sangat bergantung di kakinya.

Partner Jagoan: Kasper Schmeichel, darah kiper bagus mengalir deras dari bapaknya. Dengan OVR 84 menjadikan Schmeichel bisa diandelin di bawah mistar gawang Denmark.

Pemain paling gak kepake: Lord Bendtner, maapkeun, sejatinya dia adalah super jagoan utama bahkan ngalahin Messi dalam hal gol terbanyak di Premier League.

Level ke-ngeri-an: 6.5/10 Kuda hitam Piala Dunia 2018 nih, materi pemainnya cukup bagus. Banyak pemain dengan OVR >80. Selain itu Denmark punya keunggulan sangat dalam hal physical.Rataan stats physicialnya mencapai 80an. Keker dan kuat Bro.

 

Argentina

Jagoan Utama: Udah pada tau kan? udah ketebak kan? Siapa lagi kalau bukan Lionel Messi, gak perlu banyak pembahasan lagi kayanya ya. Pemain Barcelona bernomor punggung 10 kelahiran Rosario tahun 1987 berposisi sebagai pemain depan kakinya kidal, jago main bolanya.

Partner Jagoan: Pemain depan dengan OVR diatas 85. Pilihannya banyak banget, sebut aja, Higuain, Aguero, Dybala, Di Maria, Icardi, tinggal siapa yang dibawa ke Rusia aja yang bisa dipilih buat nemenin Messi di depan.

Pemain paling gak kepake: Pemain depan yang dibawa ke Rusia tapi yang less known. Gak dipungkiri, beberapa nama besar diatas performanya musim ini gak begitu bagus dan tetep ada kemungkinan gak dibawa ke Rusia. Nama-nama CF kaya Benedetto, Correa, Acosta, Pavon ada kemungkinan dibawa. Nah kalau mereka dibawa, dijamin nama itu pasti gak kepake sama PES player, karena OVR nya masih rendah banget.

Level ke-ngeri-an: 8/10 FInalis Piala Dunia edisi sebelumnya ini memang gak akan pernah bisa dianggap remeh. Meski punya kecanduan berat terhadap figur Messi, namun kalau di PES rasanya masih bisa bicara banyak meski Messi lagi gak perform. Melimpahnya pemain bagus di Argentina bisa membuat pilihan strateginya kaya. Cocok buat jadi andalan di PES.

 

Islandia

Jagoan Utama: Gylfi Sigurdsson, pemain Islandia paling bertalenta, OVR nya paling tinggi dengan angka 82. Temen-temennya hanya berada di angka 70an paling mentok. Berposisi sebagai AMF namun rasanya di PES bisa didorong menjadi SS karena kemampuan finishing dan shootingnya yang mumpuni.  

Partner Jagoan: Aron Gunnarsson, pemain dengan jenggot tebalnya ini adalah kapten dari timnas Islandia. OVR boleh ngepas aja di angka 75, namun keberadaanya sebagai kapten di tim membuat dia punya nilai lebih dari sekadar OVR nya. Skills captaincy yang dimilikinya menjadi keabsahan bahwa OVR gak lebih dari sekadar angka.

Pemain paling gak kepake: -Sson lain yang gak diajak ke Rusia. Tidak ada pemain Islandia yang tidak berakhiran -sson, maka -sson lain yang tidak dibawalah yang jadi pemain paling gak kepake. Sepakat yaa.

Level ke-ngeri-an: 5/10 Kuda hitam di level Eropa, namun di kancah dunia masih harus mencari jalan. Sempat mengejutkan di EURO 2016 lolos sampai ke perempat final, ternyata kejutan gak sampai disiitu, Tahun 2017 lalu Islandia menjadi negara dengan populasi terkecil di Dunia yang mampu lolos ke Piala Dunia. Di PES ya masih bisa dipake sih sebagai andalan, tapi harus sabar mainnya.

 

Kroasia

Jagoan Utama: Luka Modric, masuk dalam jajaran gelandang terbaik di dunia. OVR 89 tentu bukan omong kosong doang, permainannya di real life menjadi contoh bahwa dia emang pantes dinilai sedemikian tinggi di PES. Passingnya ada di angka 94, masuk ke dalam jajaran world class passer. Pun sederet kemampuan teknikal lainnya yang gak kalah tinggi nilainya. Jaminan pemain utama di klub/timnas manapun.

Partner Jagoan: Ivan Rakitic, meski secara agregat poin OVR cukup jauh dari Modric, Rakitic 85, namun gak berarti Rakitic kalah kelas sama Modric. Main di Barcelona dan masuk ke dalam sistem Barcelona tentu gak sembarangan pemain yang bisa melakukan. Duet Modric dan Rakitic tentu bisa jadi idaman pelatih manapun di dunia ini.

Pemain paling gak kepake: Mateo Kovacic, pemain jago sebenernya, namun karena posisinya berhadapan dengan Modric dan Rakitic yang diatas kertas pasti dimainin. Ini membuat kans dia untuk digunakan PES player mengecil;, kalaupun dipaksakan main biasanya ditaruh di bukan tempat terbaik dia.

Level ke-ngeri-an: 6/10 Kans Kroasia untuk menggigit di PES dan di Piala Dunia ini lumayan besar, meski masuk ke grup yang ada Argentinanya, namun keliatannya untuk lolos ke 16 besar masih sangat terbuka peluang. Mengingat cukup banyak pemain kelas dunia di kubu ini.

 

Nigeria

Jagoan Utama: Victor Moses. Gelandang sayap cepat yang main di Chelsea ini merupakan pemain dengan OVR paling tinggi di Nigeria. Satu-satunya pemain dengan OVR 80 di Nigeria menjadikan dia andalan di timnasnya.

Partner Jagoan: Obi Mikel. Gelandang yang (pernah) main di Chelsea ini adalah pemain dengan OVR kedua paling tinggi di Nigeria. Satu dari sekian banyak pemain dengan OVR 70an di Nigeria.

Pemain paling gak kepake: Pemain dengan nama yang susah disebut dan yang ga pernah main di Chelsea keliatannya bakal jadi pemain dengan nasib paling gak kepake di timnas Nigeria.

Level ke-ngeri-an: 4/10 Timnas Nigeria ini meskipun diisi nama-nama pemain yang tampil di liga besar Eropa namun mentok di pemain pelapis di klubnya, jarang yang beneran jadi pemain utama di klubnya. Gak heran statsnya rata-rata semua.

 

Brasil

Jagoan Utama: Neymar, Sempat dikhawatirkan melewatkan Piala Dunia karena ceder metatarsal di Bulan Februari, Neymar kelihatannya akan sembuh tepat waktu dan bisa tetap ikut ke Rusia musim panas ini. Suatu kerugian luar biasa jika sampe harus absen karena cedera, mengingat usia Neymar sedang dalam usia peaknya sebagai pesepakbola (26 tahun) dan sedang dalam performa terbaiknya.

Partner Jagoan: Thiago Silva, kompatriot Neymar di PSG. Bek tengah ini tetap dihargai tinggi di PES meskipun lama main di PSG (notabene di liga kelas dua Eropa), dengan OVR 88 menempatkan Silva menjadi salah satu bek terbaik di game.

Pemain paling gak kepake: Dani Alves, kompatriot Neymar dan Silva di PSG, yang sayangnya (besar kemungkinan) melewatkan Piala Dunia 2018 karena harus menepi akibat cedera ligamen lutut yang didapatnya tepat sebulan sebelum gelaran Piala Dunia berlangsung.

Level ke-ngeri-an: 9/10 Timnas spesialis Piala Dunia ini gak pernah gak jadi unggulan di Piala Dunia. Tahun ini pun keadaaan belum berubah, Brasil masih mengerikan dan siap membalas kekecawaan besar di edisi Piala Dunia yang lalu. Dijamin banyak deh yang jadiin Brasil sebagai unggulan juga di PES.

 

Swiss

Jagoan Utama: Granit Xhaka, pemain utama di timnas Swiss, jadi andalan di timnas Swiss dari masih belasan. PES juga menghargai skillnya dengan OVR 83, tertinggi di timnasnya. Xhaka unggul dalam hal passing lambung dan kekuatan tendangannya, dua atribut itu mendapat nilai 90 di PES.

Partner Jagoan: Valon Behrami, kapten tim, sekaligus pemain paling veteran yang menjadi role model di tim. Piala Dunia 2018 jadi Piala Dunia ke-empatnya setelah 2006, 2010, dan 2014. Prestasi yang gak semua pemain bisa mencapainya (main di 4 edisi Piala Dunia). Dus, biar OVR hanya 75, bukan berarti Behrami bisa dipandang sebelah mata.

Pemain paling gak kepake: Roman Burki, kiper kedua Swiss ini agak apes, memiliki OVR yang hanya terpaut 1 angka dari Sommer kiper utamanya. Namun karena banyaknya PES player yang nentuin pemain yang dipasang hanya dari OVR nya maka besar kemungkinan Burki ini sama sekali gak dilirik.

Level ke-ngeri-an: 5/10 Kualitas pemain standar Eropa dan kurang menonjol dalam berbagai lini membuat Swiss gak terlalu jadi perhitungan.

 

Kosta Rika

Jagoan Utama: Keylor Navas, pemain Kosta Rika yang paling terkenal. Main di Real Madrid setelah penampilan luar biasanya di Piala Dunia 2014 memberikan dia spot di mistar utama Los Blancos, menggeser Santo Iker yang harus cabut ke Porto di musim 2015/16. OVR nya mencapai 86, sedangkan pemain dibawahnya di Kosta Rika hanya 78 OVR nya. Jauh banget bedanya. Efek jadi kiper utama Real Madrid.

Partner Jagoan: Bryan Ruiz. pemain Kosta RIka lain yang cukup terkenal. Main lama di Premier League bareng Fulham cukup menjadikannya pemain Kosta RIka lain yang knownable. PES sendiri menghargai dia dengan OVR 78, gak terlalu tinggi tapi cukuplah.

Pemain paling gak kepake: Kiper pelapis Navas. Bak langit dan bumi OVR nya, gak usah dibahas.

Level ke-ngeri-an: 4/10 Kekuatan pemain yang pas-pasan dan modal bintang di posisi kiper jelas bukan tim yang ideal untuk jadi jagoan di PES. Sebagus-bagusnya kiper di PES kalau diserang terus ya sama juga boong, pasti bakal bobol-bobol juga.

 

Serbia

Jagoan Utama: Nemanja Matic, OVR 84 menggaransi Matic menjadi pemain andalan di Serbia. Atribut physical dan passingnya membuat permainan tim manapun menjadi lebih matik dan gak repot lagi pindah gigi. Apaan sih, garing…

Partner Jagoan: Branislav Ivanovic, bek semok eks Chelsea ini masih jadi andalan di timnasnya. OVR nya juga masih padat berisi di angka 84. Masih bisa digeber untuk dipakai di ajang sebesar Piala Dunia.

Pemain paling gak kepake: Pemain berakhiran -ic lain yang OVR nya pas-pasan/minus bakalan jadi pemain paling gak kepake di timnas Serbia.

Level ke-ngeri-an: 5/10 Serbia dihuni pemain-pemain yang kurang mentereng, bermodalkan beberapa pemain aja rasanya Serbia gak terlalu bagus untuk dijadikan jagoan. Masalah lainnya adalah, meski cukup banyak pemain dengan OVR >80 namun kebanyakan pemain tersebut adalah pemain bermentalitas defensif, sedangkan pemain ofensifnya kalau boleh jujur agak memble.

 

Jerman

Jagoan Utama: Toni Kroos, pemimpin lini tengah Jerman, metronom terbaik di Jerman atau bahkan di Dunia. Kemampuannya mendikte permainan lewat passing, pergerakan, dan ketenangannya menjadikan tim yang terdapat Kroos di dalamnya dipastikan punya visi dalam menyerang. Sebagai metronom Kroos juga jago menyusun serangan dari dalam, dibekali passing low dan longnya yang mentok di angka 95, gak ada masalah sama sekali mau passing kaya apa Kroos pasti bisa.

Partner Jagoan: Thomas Muller, jika Kroos merupakan visioner dari lini tengah maka kita butuh pemain dingin yang bisa mencetak gol. Muller, Raumdeuteur terbaik di Jerman atau bahkan di Dunia. Kemampuannya mencari celah dan ruang menjadi poin utamanya. Dibekali atribut finishing di angka 90 dan attack prowess di 95 membuat Muller adalah pembunuh berdarah dingin di depan.

Pemain paling gak kepake: Gak ada, seluruh pemain Jerman baik pemain utama maupun pelapis gak ada yang dibawah rata-rata. Bahkan saking melimpahnya stok pemain bagus, Jerman mau bikin 3 tim yang berbeda dengan kekuatan yang mirip juga bisa.

Level ke-ngeri-an: 10/10 Paket super komplet dari juara bertahan mengunci Jerman menjadi unggulan no 1 di Piala Dunia 2018. PES 2018 juga mengamini hal tersebut, tercermin dari kualitas para punggawanya di dalam game.

 

Meksiko

Jagoan Utama: Javier Hernandez aka Chicarito, namanya meski sempat meredup namun masih cukup mentereng. Jika di klub dia sering berstatus supersub alias pemain yang cuma jadi cadangan, enggak di Meksiko, dia adalah penyerang utama timnas Meksiko. Atribut finishingnya paling tinggi di timnya memberikan jaminan tempat di lini depan Meksiko.

Partner Jagoan: Carlos Vela, Andres Guardado, Jonathan dos Santos jadi paket untuk menemani Chicarito di depan. Kebetulan OVR nya berada di 80/81. Kemampuan bertiga juga mirip-mirip, unggul di umpan pendek dan dribel. Selain itu mereka bertiga memiliki posisi natural yang berbeda, jadi gak saling berebut slot.

Pemain paling gak kepake: Oribe Peralta, pemain depan Meksiko, bermodalkan OVR yang jauh dibawah temen-temen yang udah disebut diatas membuat dia jadi terasing dan gak dilirik oleh PES player untuk mengisi slot di depan.

Level ke-ngeri-an: 5/10 Kapasitas pemain di lini depan cukup menonjol, membuat Meksiko dapat diperhitungkan. Minusnya adalah sangat minim pemain belakang baik itu defender maupun gelandang bertahan yang berkualitas membuat Meksiko rentan sekali dalam bertahan.

 

Swedia

Jagoan Utama: Emil Forsberg, yup udah bukan Zlatan lagi. Kang Emil yang moncer di musim lalu bareng klubnya Kota Bandung beberapa tahun ini maju menjadi cagub Jabar, yeilah udah deh gak usah sok ngelucu. Ya maap… Anyway, Emil kini menjadi inspriasi serangan Swedia sepeninggal Zlatan, dengan OVR yang cukup menawan. Di angka 82.

Partner Jagoan: Victor Lindelof, bek Man United ini dapat disandingkan sebagai partner jagoan karena OVR nya merupakan kedua yang terbaik di tim. Lindelof yang musim ini dibeli Man UNited membuat OVR nya jadi terkerek di game, naik ke angka 80an. COba kalau masih bertahan di Benfica, mungkin dia gak ada di list ini.

Pemain paling gak kepake: Zlatan Ibrahimovic, keputusan beliau pensiun dari timnas Swedia membuat Swedia menjadi negara merdeka dengan nama Sweden, bukan lagi “Zweden”, karena sudah tidak lagi berada dibawah bayang-bayang sosok Zlatan.

Level ke-ngeri-an: 5/10 Jika masih ada Zlatan, sejatinya indeks level ke-ngeri-an ini masih bisa naik ke angka 6 atau bahkan 7, mengingat OVR Zlatan di PES nih masih overrated.

 

Korea Selatan

Jagoan Utama: Son Heung Min, oppa yang satu ini lagi jadi pemain bintang (bukan drama) Korea paling top saat ini. Main di Spurs dan jadi pemain unggulan disana jelas menaikkan derajat OVR nya secara drastis, naik ke angka 82. Atribut Son juga terasa seperti pemain Eropa, bukan pemain Asia pada umumnnya. Andalan banget deh.

Partner Jagoan: Pemeran pembantu lain yang mensupport Son cukup banyak, dengan OVR rata-rata 78, ada beberapa nama yang siap menemani dan menjadi pemeran pembantu dalam berbagai posisi.

Pemain paling gak kepake: Lee Jong Suk, Lee Min Ho, Son Jong Ki, dan puluhan oppa-oppa pemain drakor lainnya. Jelas karena mereka bukan pemain bola…

Level ke-ngeri-an: 4/10 Barengan Jepang berlabel sebagai timnas Asia terbaik di PES. Di Asia sudah hampir ga ada lawan. Sayangnya bicara kancah dunia, Korea masih perlu banyak meningkatkan kualitas agar setara dengan Eropa atau Amerika Latin.

 

Belgia

Jagoan Utama: Eden Hazard, meski klubnya flop di musim ini(gak lolos UCL) tapi Hazard tetep dilabeli sebagai pemain bintang. OVR 89 yang disematkan padanya tentu bukan angka yang kecil. Kemampuannya dalam mengacak-acak pertahanan lawan masih bisa banget diandelin. Hazard siap memberikan bencana bagi pertahanan tim manapun.

Partner Jagoan: Kevin de Bruyne, asister nomor 1 di Pemier League ini perlu mendapatkan upgrade poin pada OVR nya. Meskipun OVR yang sekrang udah lumayan tinggi, 87, namun rasanya masih pantes untuk naik 1-2 poin lagi. Terutama di atribut passing dan ball controlnya.

Pemain paling gak kepake: Divock Origi, pemain muda ini kelihatannya dibawa ke Rusia, namun dengan OVR yang belum mateng, kecil rasanya da dapat kesempatan main.

Level ke-ngeri-an: 8.5/10 Melimpahnya generasi emas Belgia seharusnya bisa mengantarkan ke prestasi di Piala Dunia 2018 ini. Setelah di edisi Piala DUnia lalu menembus perempat final, catatan terbaik tim ini, Belgia diharapkan bisa melaju lebih jauh dengan pemain yang lebih matang.

 

Panama

Jagoan Utama: Luis Tejada, striker andalan yang dimiliki Panama. Bayangkan, dengan OVR 70 dia menjadi pemain outfield tertinggi statsnya di skuad Panama! Atribut yang tertinggi ada pada finishing, attack prowess dan physical, masing-masing bernilai 75, 75, dan 79. Empat juta jiwa penduduk Panama menggantungkan asa ke pemain hebat ini.

Partner Jagoan: Gak tahu siapa, satu, gak kenal sama pemainnya, kedua, statnya gak ada yang menonjol semua. Jadi bingung siapa.

Pemain paling gak kepake: Semua pemain Panama harusnya kepake semua. Meski makenya gak ikhlas, demi mengingat rata-rata pemainnya hanya memiliki OVR 60an…

Level ke-ngeri-an: 2/10 Tim debutan di Piala DUnia 2018 ini adalah tim terlemah (jika melihat dari OVR nya di PES). Gak ada pemain bintang, merata (payahnya) stats pemain lain makin membuat Panama berat digunakan di PES 2018.

 

Tunisia

Jagoan Utama: Wahbi Khazri. Khazri dengan bekal OVR 80 cocok untuk berposisi sebagai pemain no 10 di tim , alias sentral permainan. Kapabilitasnya dalam dribel dan kontrol bola memadai, serta passingnya cukup akurat membuat Khazri punya kualitas lebih ketimbang kawan-kawannya di timnas.

Partner Jagoan: Syam Ben Youssef, jika menilik dari OVR dialah yang pantas jadi pemain terbaik kedua di tim. Namun kayanya bro banyak yang gak kenal siapa. Wajar sih, sehari-hari dia main di Kampung Kasimpasa, di Turki.

Pemain paling gak kepake: Fakhredine Ben Youssef yang lain, ada 2 pemain bernama Ben Youssef di Tunisia, satu OVR nya tertinggi kedua, yang satu OVRnya terendah kedua. Namanya Homonim, lafal sama, tulisan sama namun nasib beda. Yang satu jadi andalan, yang jadi cadangan..

Level ke-ngeri-an: 3/10 Tunisia lolos ke Piala DUnia setelah masuk grup yang berisi timnas Afrika yang cukup semenjana. Tunisia jelas bukan pemilik skuad terbaik (bahkan di Afrika) harus puas dengan tingkat kengerian yang hanya tiga.

 

Inggris

Jagoan Utama: Harry Kane, setelah predesesor pemain Inggris yang bagus (banget) di PES sempat alpa lama. Terakhir Rooney cukup lama ngendon jadi pemain Inggris paling jago di PES. Anyway, Piala Dunia kali ini Inggris dibekali striker kelas dunia dengan stats 87. Harusnya sih dengan modal ini Inggris bisa bicara banyak di depan gawang.

Partner si Jagoan: Tim Inggris cukup banyak pemain yang bisa modal menemani si jagoan, Banyak nama dari lini belakang sampe depan yang punya kualitas mirip. Sebut aja, Cahill, Alli, Sterling yang punya kualitas mirip dan bisa saling bahu membahu bantuin si jagoan.

Pemain Paling gak kepake: CF selain Kane. Besar kemungkinan gak banyak dilirik oleh PES player kalau udah nemu duetnya Kane yang dirasa pas, maka hampir pasti CF lainnya gak akan dikasih kesempatan.

Level ke-ngeri-an: 6/10. Inggris memang membawa Liga terkompetitif (jika bukan yang terbaik) ke hadiran kita, namun sekali lagi itu gak selalu berbanding lurus dengan kualitas timnasnya.

 

Polandia

Jagoan Utama: Robert Lewandowski, mungkin ini adalah kesempatan terakhir dia untuk main di panggung terbesar. Mengingat usianya udah 30. OVR nya masih masuk ke World Class Player dengan angka 90. Sangat tinggi, apalagi untuk ukuran striker. Nilai OVR yang tinggi gak hanya sekadar dalam dunia digital, di dunia aslinya dia adalah pemegang rekor gol terbanyak di Timnas Polandia.

Partner Jagoan: Jakub Blasikowski, pemain dengan nama super susah buat dieja ini memiliki OVR yang lumayan. Masih punya kecepatan meski usianya udah gak lagi muda. Blaszkowski sempat memiliki kecepatan 11 12 dengan Aubameyang namun kini kecepatannya banyak tergerus oleh usia, namun bukan berarti jadi gak kpake sama sekali, tetep ko bisa diandelin.

Pemain paling gak kepake: Pemain dengan nama yang lebih susah dari si Blasizikowski. Blaszikowski aja susah nulisnya, apa ada yang lebih susah lagi? Daripada keseleo jari pas ngetik mending gak usah dimainin ya.

Level ke-ngeri-an: 6/10 Timnas dengan rataan pemain susah dieja ini cukup punya amunisi memadai, kalau hanya untuk melawan klub dari Afrika atau Asia rasanya masih banyak bisa bunyi lah si Polandia ini. Psst ejaan benernya adalah Blaszczykowski ya, jangan sampe salah lagi!

 

Senegal

Jagoan Utama: Sadio Mane, temen ngajinya Mohamed Salah di Liverpool ini adalah talenta berkualitas di kubu Senegal. Berbekal kelebihan kecepatan dan visinya, Mane menasbihkan dirinya gak hanya cepat tapi juga efektif dan efisien dalam bermain. Hal ini terpampang dengan stats finishing dan passing yang lumayan tinggi.

Partner Jagoan: Keita Balde, Pemain lain yang juga punya kecepatan 11 12 dengan Mane, pun sama juga memilikii kualitas finishing dan passing yang diatas rata-rata. Keita dengan OVR 83 nya boleh dibilang klon dari Mane dalam segi statsnya. Mirip banget.

Pemain paling gak kepake: Papa Bouba Diop, pencetak gol pertama Senegal di ajang Piala Dunia, tepatnya tahun 2002 silam. Beliau adalah legenda hidup dari Senegal. Kini di usianya yang udah paruh baya dia kesulitan menembus tim utama Senegal.

Level ke-ngeri-an: 5/10 Senegal menjadi kontestan dari Afrika yang cukup disegani dan diprediski bisa memberikan kejutan. Senegal ingin kembali menamplikan keajaiban.

 

Kolombia

Jagoan Utama: James Rodriguez, Piala Dunia 2014 silam menjadi titik balik karir James. Dari Monaco langsung menuju Real Madrid, kini singgah di Bayern Munich demi mengamankan form untuk tampil di Piala Dunia. Di dunia virtual, dia adalah pemain Kolombia tertinggi OVR nya, siap menjadi pemain utama di timnas Kolombia.

Partner Jagoan: Radamel Falcao, Sama, Piala Dunia 2014 menjadi titik balik lanjutan dari karir Falcao. Dari Monaco menuju Man United, untuk kemudian flop dan pindah ke Chelsea, flop juga. Hingga akhirnya kembali lagi ke Monaco demi mengasah kembali formnya untuk tampil di Piala Dunia. Di dunia virtual, dia adalah striker Kolombia dengan OVR tertinggi, siap menjadi striker utama di timnas Kolombia.

Pemain paling gak kepake: Kembarannya Radamel Falcao. Agung Hercules. Awas kalau gak ketawa! Barbel melayang.

Level ke-ngeri-an: 6/10 Dihuni sederet pemain yang tampil di Eropa membuat Kolombia cukup bagus di PES. Rataan OVR nya lumayan tinggi, di angka 78an. Setiap sektor punya andalannya masing-masing sehingga secara fundamental Kolombia punya basis tim yang lumayan kuat.

 

Jepang

Jagoan Utama: Shinji Kagawa, sebagai pemain yang memiliki OVR >80 di Jepang Kagawa tentu menjadi auto jagoan. Kagawa punya banyak atribut utama, antara lain dribel, passing pendek, kecepatan dan kelincahan. Sebagai pemain Jepang yang paling populer saat ini juga gak heran dia akan menjadi andalan di timnasnya.

Partner Jagoan: Keisuke Honda, sempat menjadi pemain no 10 di klub legendaris Milan. Honda kini ngebut di jalan kota Mexico, Pachuca. Kembali menjadi andalan disana memastikan Honda mendapatkan slot ke Rusia. OVR nya bisa jadi bukan yang terbaik, namun Honda memiliki kontribusi atribut yang cukup baik dan bisa berperan sebagai banyak hal di lapangan. Satu hal yang gak bisa dikesampingkan, dia adalah topskor di timnas Jepang sekarang.

Pemain paling gak kepake: Kapten Tsubasa Ozora, karakter ini banyak menginspirasi pemain Jepang. Pertama kali muncul di tahun 80an, pada saat itu Jepang hanya bisa bermimpi untuk bisa main di Piala Dunia, kalah jauh dengan tetangganya Korea Selatan yang sudah beberapa kali ikut Piala Dunia. Hingga akhirnya Tsubasa ini banyak menginspirasi pemain muda Jepang untuk terus berkembang dan berani bermimpi, hingga akhirnya semua tahu, Jepang lolos ke Piala Dunia tahun 1998 untuk kali pertama. Sekarang, dari Piala Dunia 1998 sampai 2018 Jepang selalu lolos Piala Dunia.

Level ke-ngeri-an: 5/10 Tim Asia terbaik di PES, OVR nya cukup merata. Selain itu Jepang juga cukup banyak dihuni oleh pemain yang tampil di Eropa. PES 2018 bisa cukup menarik menggunakan Jepang jika mencoba tim dari Asia.

 

 

Gimana, udah nentuin mau pake timnas apa buat di PES nya? Komennya bro. Jangan lupa kalau nyari patch PES teruppdate untuk Piala Dunia 2018, Bro bisa coba ModEvo17 v6. 

 

#PlayBetter

ModEvo Ultimate Team Guide: World Cup 2018 All Team (32 National Team)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *