Bicara fitur, PES/WE series sejatinya gak kalah dengan FIFA, malah boleh dibilang seringkali lebih inovatif. Memang, jika menyangkut lisensi, seperti yang kita tahu dan sudah sangat tahu bahkan, adalah kekurangan terbesar dari PES. Selain itu PES juga seringkali kalah dalam soal dana jika dibandingkan musuh besarnya dalam game sepakbola racikan EA, FIFA.

Tapi percayalah Bro, justru manusia akan keluar idenya ketika sedang dalam posisi terhimpit. The Power of Kepepet kalau banyak motivator menyebutnya.

Keterbatasan sisi finansial gak menjadikan tim KONAMI tumpul idenya dalam mengembangkan PES. Malahan banyak fitur gila yang pernah mereka sematkan di PES, yang belakangan malah fitur itu dihilangkan.

Kalau tim PES mau menengok ke belakang, banyak fitur keren/gila yang layak banget buat masuk lagi ke seri PES yang baru. PES 2018 misalnya? Kenapa enggak.

Mungkin sebagian dari Bro disini pernah ngerasain fitur –fitur ini dan bisa mengingat kembali kejayaan/kekonyolan fitur tersebut.

1. Kostum Binatang

Pernah ngebayangin binatang main Sepak Bola? Biasanya si kalau di sirkus kadang ada ya binatang yang main bola, misal sebut aja, monyet, beruang madu, beruang sirkus, anjing, atau mungkin binatang laut macam lumba-lumba.

Cuma ya namanya binatang tentu mainnya kaga pake taktik. Cuma olah bola sederhana aja.

Kebetulannya selama ini belum ada game bola lain yang buat Sepakbola Binatang, ini opportunity kalau dalam analisis SWOT istilahnya.

KONAMI sadar lisensi semua udah direbut sama si EA dengan FIFAnya. Maka perlu ada sesuatu yang bisa menggoyang keunggulan lawan sebelah.

Tercetuslah ide memasukkan binatang ke dalam seri PES! Tapi PES mau yang beda dan keren, mereka mau binatang-binatang itu tetep bisa dribel, nendang, ngumpan, atau gocek layaknya pemain bola beneran.

Usul punya usul, akhirnya tim development PES mikir.

“Gimana kalau kita buat pemain bolanya pake baju binatang!,  Binatangnya kita pilih yang absurd sekalian!”

“Apa?”

“Velociraptor, Penguin sama Burung Onta!”

“Dapet ide darimana kamu?”

“Semalem nonton The Lost World sama Surf Up Boss”

“Oke, minggu depan kamu naik pangkat”.

Begitulah,.. akhirnya kita melihat kostum ajaib tersebut di PES.

2. (Bukan) Bola-bola Aneh

Pikiran gila memang membuat orang jadi dua kemungkinannya. Jadi gila beneran atau malah jadi jenius. KONAMI jelas mau jadi opsi yang kedua.

Bingung mau nambahin apa lagi di PES, mereka terinspirasi permainan sepak bola di masa kecil. Ketika kecil dulu seringkali susah main bola karena gak punya bola atau bolanya lagi disita sama emaknya karena kebanyakan main. Untuk mengakalinya seringkali objek sekitar seperti kaleng, batu, atau botol atau apapun ditendang-tendang layaknya bola.

Ketika nasib telah membaik dan membawa mereka jadi developer game bola mereka mengenang hal tersebut dengan memasukkan fitur ini ke PES.

Yup, kamu bisa main di PES 2011 dengan bola dengan (bukan) bola yang gak lazim macam gentong, sak karung isi pasir, bantal, atau permen besar. Jenius.

3. Bonus Gaya Rambut

Edit mode di PES memang lebih memberi kebebasan untuk membuat player baru jika dibandingkan dengan FIFA. Gaya rambut adalah salah satu bagian yang tentunya bisa diubah sesuai keinginan player. Namun sayangnya tim developer PES ini emang kurang modis, jadi pilihan tatanan rambutnya gak banyak. Kalah banyak sama Top Collection yang biasa kita lihat di Barber atau tukang potong rambut deket rumah.

Gaya rambut yang disediakan kurang banyak dan cenderung gitu-gitu aja. Ketika era sekarang gaya rambut banyak bergaya pompadour atau messy spiky di PES tetep aja gaya rambutnya belah pinggir. Persis kaya anak TK diajak main keliling komplek kalau sore. Gak keren dan gak stylish.

Alih-alih mempelajari gaya rambut pria terbaru tim development PES malah punya pikiran lain.

“Gimana kalau kita masukin kepala labu ala Halloween aja gaya rambutnya?”

“Ha?”

“IDE YANG BAGUUUS ITU!”

“Kamu minta naik gaji berapa??”

Gak hanya Labu, ada juga helm baju zirah dan kepala patung Moai. Memastikan kalau adu sundulan pasti menang, kepala batu.

4. Kaos yang Masuk – Keluar

Pemain sepakbola ternyata berevolusi juga. Banyak indikatornya, salah satunya adalah cara berpakaian. JIka dulu semua pemain nurut untuk memasukkan kaosnya ke dalam celana layaknya anak sekolah yang gak mau disetrap sama guru BP pas upacara bendera. Sekarang hampir jarang ada pemain yang memasukkan kaos ke dalam celananya ketika main.

Jika dulu, kalaupun ada yang bertingkah, paling banter menaikkan kerahnya tinggi-tinggi ala Eric Cantona, yaah, remaja bandel era 90an lah. Gak lebih.

Namun sekarang, hampir seluruh pemain mengeluarkan kaos belakangan ini.  Praktis tinggal tersisa 1-2 pemain yang masih doyan memasukkan kaosnya. Itu juga umumnya pemain yang sudah cukup umur macam Lahm atau X.Alonso.  

Untungnya wasit dan hakim garis masih setia memasukkan kaosnya ke celana.

PES juga demikian, jaman PES/WE masih di PS1 dan PS2, gak ada tuh namanya pilihan kaos dikeluarkan ketika main. Semuanya masih rapih memasukkan kaosnya ke celana.

Fitur itu kemudian muncul di PES 5, dimana saat itu kaos pemain bisa keluar ketika pertandingan sedang berlangsung. Jadi ketika awal main, semua pemain rapih memasukkan kaosnya ke celana namun pas main kan tentu ada aksi tekel, jatoh, atau beradu badan tuh. Nah jika diperhatikan dengan baik, umumnya di pengujung pertandingan beberapa pemain terlihat keluar kaosnya.

Keren deh fitur ini, ini adalah fitur keren yang kemudian menghilang sampai sekarang.

Sekarang jika dari awal sudah memilih memasukkan kaosnya maka gak akan lepas. Mungkin PES sekarang udah dipenitiin kali ya kaosnya, jadi gak bisa lepas.

Cari patch PES buat PC yang fiturnya sudah pasti OKE? Di SIni Bro.

5. Brace Yourself: Winter is Coming

Sepakbola gak mengenal musim dan cuaca, musim dingin, musim panas, hujan, terik, umumnya gak membuat pertandingan sepakbola batal terlaksana. Kecualia memang kondisinya ekstrim parah.

Sama halnya juga pas musim dingin, banyak pertandingan tetap berlangsung meskipun turun hujan salju. Terlebih jika memang pertandingannya dilaksanakan di region yang terkenal sering salju macam Eropa Timur atau Skandinav.

Dulu, iya dulu, di PES 5 tepatnya. Ada lo pilihan main ketika salju, memang sih salju yang turun gak kliatan dan lapangan tetap gak tertutup salju secara penuh. Hanya di beberapa bagian lapangan nampak putih atau sedikit tertutup salju.

Pemain yang sedang berlaga ketika dilihat dari jarak dekat, mereka mengeluarkan asap dari mulutnya ketika sedang bernafas.

Keren banget kan, herannya fitur sekeren ini malah gak dimunculin lagi dan akhirnya di PES hanya kenal 2 cuaca, terik sama hujan. Sudah.

Macam main di Indonesia aja.

6. Rebut Bajunya, Bukan Bolanya.

Sepakbola adalah permainan fisik, gak heran banyak adu badan terjadi. Gimana enggak, 1 bola diperebutkan 22 orang sudah pasti terjadi benturan fisik. PES juga demikian, malah ada stat khusus untuk mengukur seberapa kuat pemain tersebut jika beradu badan. Gak heran perebutan bola dengan badan menjadi daya tarik sendiri dari game bola, apapun judulnya.

PES memberikan tombol khusus untuk merebut bola melalui tombol X untuk menekan secara wajar, O untuk melakukan sliding tekel, dan Kotak untuk menekan lawan secara bersamaan.

Nah di PES 2008 sempat diperkenalkan perebutan bola yang berujung tarik-tarikan kaos lawan. Ketika pemain yang berusaha merebut kalah secara kekuatan badan maka ketika mengejar dia akan menghentikan lawan dengan menarik kausnya.

Fitur ini sebenarnya menarik kalau diimplementasikan dengan baik, namun sebelum hal itu kesampaian tim development PES urung mengembangkannya dan memilih menghilangkan fitur ini di PES 2010.

Mungkin KONAMI mikirnya, akan repot kalau sampe bajunya robek.

7. Face Scan

Umumnya Brothers yang main PES bercita-cita membuat karakternya sendiri di PES. Mungkin untuk jadi pemain bikinan dengan stats 99 semua atau mungkin sebagai ajang narsis di game.

Untuk itulah adanya fitur edit mode di PES. Namun bicara membuat karakter di PES bisa jadi akan sangat menyulitkan dan memakan waktu ketika mengedit wajah, itupun hasilnya secara umum gak bisa dibilang mirip-mirip banget.

Hanya sekadar “agak” mirip.

Nah, untuk mengakali hal tersebut PES menginjeksi fitur face scan di edit modenya, harapannya player bisa membuat pemain dengan karakter pribadi yang lebih mirip.

Caranya menempelkan fotonya ke edit mode.

Kedengarannya simpel.

Namun ternyata menempelkan foto yang sifatnya 2D ke bidang 3D malah membuat seperti menempelkan martabak ke muka kita. Terlebih hanya sebagian kecil bidang wajah yang bisa masuk ke bidang 3D nya itu.

Maka hasilnya keliatan banget kalau itu foto yang dipaksa nemplok di wajah 3D.

Sebenarnya ini fitur keren dan memudahkan untuk orang mengedit, namun rasanya prosesnya harus lebih baik dan terintegrasi antara menempelkan tekstur foto 2 D ke bidang 3D.  

Bisa lebih keren layaknya Marco Reus di game.

Supaya hasilnya Brothers yang ganteng tetep ganteng, yang kurang ganteng mohon bersabar.

Cari patch PES untuk PlayStation 4 yang udah pasti OK fiturnya? Di Sini Bro

8. Stadium Editor

Fitur editor ini juga salah satu fitur yang banyak diminta untuk hadir lagi namun gak kunjung ada sampai PES 2017. Fitur ini muncul di PES 2011, dan PES 2012.

Stadium editor memberi kebebasan untuk menambah slot stadion tambahan hasil buatan kita sendiri. Lumayan untuk menambah koleksi stadion di PES.

Stadium editor menyediakan template untuk pembuatannya, jadi gak bikin dari awal banget. Template dan hiasannya memang gak banyak, dan cenderung itu itu aja. Sehingga kreativitas juga gak bisa tersalurkan dengan maksimal.

Konyolnya, tim PES malah memasukkan template-template bernuansa kartun yang gak banget, misalnya awan yang mirip awan kintoun, grafik pemanis bernuansa retro 8 bit dengan warna cerah (yang maaf, norak), latar pegunungan yang warnanya hijau neon, dan pernak pernik konyol lainnya.

Fitur ini sebenarnya bisa jadi tambahan yang keren, itu juga kalau tim development PES garapnya bener…

9. Boots Editor

Kekurangan lisensi emang udah jadi kebiasaan di WE/PES series. Bahkan untuk urusan sepatu aja dulu KONAMI Cuma pegang lisensi sepatu Adidas dan Reebok. Untungnya dulu sepatu gak gonjreng dan gak banyak model kaya sekarang, paling warnanya hitam atau putih dengan model yang gitu-gitu aja.

Namun tetep aja, pemain yang menggunakan sepatu Nike misalnya, jadi gak bisa mirip dengan aslinya.

Untuk mengatasinya PES menyediaka boots editor. Template yang ada sejatinya gak ada logo Nike dan Puma. Namun dengan sedikit usaha dan percobaan, jika menemukan kombinasi yang tepat kita bisa membuat sepatu Nike dan Puma dengan menggunakan editor boots in game ini. Ntapp.

Tapi mohon maaf, Nike sama Puma yang versi KW….

Sekali lagi, keterbatasan sejatinya bisa menjadikan manusia lebih kreatif dan inovatif. Hingga akhirnya muncul pemikiran dan ide-ide baru dan radikal. Gak semua orang bisa menerima, karena batas antara gila dan jenius memang tipis.

9 fitur diatas adalah fitur keren (gila) yang pernah hadir di PES/WE series. Beberapa diantaranya beneran layak untuk kembali dihidupkan di seri PES terakhir. PES 2018. Dijamin bisa jadi fitur unggulan deh.

Brothers punya komen? Kenapa gak share di mari?

Cheers.

ModEvo #PlayBetter

Bikin Kangen: 9 Fitur Keren(Gila) yang Pernah Ada di PES/WE Series.
Tag pada:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *